SMJTimes.com – Perfeksionisme merupakan istilah yang diberikan kepada seseorang yang memiliki cara kerja dengan mengejar kesempurnaan demi memenuhi ekspektasi dan kepuasan diri sendiri. Sifat perfeksionis memang memberikan ambisi baik dan mendorong seseorang untuk selalu meningkatkan keterampilan, namun jika hal ini berkembang menjadi ekstrem, sifat perfeksionis dapat mengganggu kesehatan mental dan hubungan sosial anda kedepannya.
Seseorang yang selalu mengejar pencapaian pada standar yang tinggi rentan mengalami kecemasan dan tekanan apabila hasil yang didapat tidak sesuai dengan yang diperkirakan. Selain itu, pandangan dan standar tinggi yang anda terapkan pada diri anda sendiri, membuat anda memberikan ekspektasi lebih kepada orang lain.
Oleh karena itu, jika anda telah merasakan bahwa perfeksionisme terasa lebih seperti beban, bukan motivasi, beberapa strategi yang dikutip dari Claveland Clinic berikut bisa anda terapkan untuk menemukan keseimbangan.
Rangkul dengan kerendahan hati
Langkah pertama adalah menerima dengan kerendahan hati tentang fakta bahwa kesempurnaan merupakan tujuan yang mustahil. Sehingga, tidak masalah jika setiap orang melakukan kesalahan dan mengalami kegagalan. Suatu hal yang perlu anda ketahui bahwa setiap kegagalan memunculkan pembelajaran baru lagi yang bisa membuat anda lebih berkembang ke depannya. Merangkul konsep ini bisa terasa sangat membebaskan.
Tetapkan tujuan realistis
Dr. Albers menyarankan untuk menetapkan standar yang realistis untuk menghindar dari perasaan kecewa berlebihan. Perencanaan yang realistis juga membantu anda merasa lebih santai, dibandingkan terus menerus berjuang untuk mencapai kesempurnaan.
Tumbuhkan sikap santai
Pekerjaan memang perlu dianggap serius, namun anda tidak boleh membiarkan pikiran tenggelam dalam suatu perasaan negatif. Ingatkan diri anda untuk beristirahat dan jangan terlalu menganggap serius kegagalan yang dialami, karena setiap orang pasti pernah mengalaminya. Merasakan kegagalan mungkin sulit pada saat itu, tetapi anda akan berkembang saat berhasil melewatinya.
Sadari biaya yang lebih besar dibanding manfaat
Anda mungkin menemukan bahwa biaya berjuang untuk mencapai kesempurnaan lebih tinggi daripada yang anda sadari. Misalnya, menyalahkan diri sendiri terus-menerus, ketidakmampuan untuk bersantai, keengganan untuk mencoba hal-hal baru dan harga diri yang buruk. Oleh karena itu, perlu bagi anda membebaskan diri agar anda tidak kehilangan sesuatu yang lebih penting daripada mengejar kesempurnaan.
Bereksperimen
Terkadang, sedikit kekacauan bisa menjadi pembelajaran yang baik. Ingatlah untuk memberi diri sendiri ruang bernapas dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan secara spontan, tidak terpaku pada struktur dan aturan. Ketika anda berlatih menoleransi ketidaksempurnaan kecil, perfeksionisme ekstrem akan berkurang.






![smj1]](https://smjtimes.com/wp-content/uploads/2020/11/smj1-3-300x178.jpg)




Komentar