oleh

Nekat Terima Pelanggan, Pengelola Prostitusi Diberi 10 Hari Kosongkan Lokasi

Pati, SMJTimes.com – Pengelola tempat prostitusi diminta segera mengambil barang-barang yang masih tertinggal di lokasi. Tim Gabungan Pemberantasan Tempat Prostitusi Kabupaten Pati memberikan jangka waktu sepuluh hari.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Pati Sugiyono. Ia mengatakan keputusan ini dilakukan lantaran banyak pengelola tempat prostitusi di Pati Belum mengambil barang-barangnya. Padahal tempat-tempat ini sudah ditutup pada 19 Agustus lalu setelah ada deklarasi sehari sebelumnya.

“Oleh karenanya komitmen Forkompimda sebagaimana deklarasi penutupan prostitusi tanggal 18 Agustus lalu, diimbau kepada semua pemilik wisma dan kepada semua pekerja yang masih memiliki barang di sana agar segera mengambil dan mengosongkan mulai hari Kamis (9/9/2021) sampai 10 hari ke depan,” ujarnya.

Baca Juga :   Serapan Retribusi Pasar di Pati Belum Capai Target

“Kami beri waktu 10 hari untuk mengosongkan,” lanjut Sugiyono yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pati ini.

Keputusan ini berdasarkan rapat koordinasi Tim Gabungan Pemberantasan Tempat Prostitusi yang diselenggarakan pada Senin (6/9/2021) di Ruang Joyokusumo Setda Kabupaten Pati.

Rapat yang dihadiri sejumlah pejabat di Kabupaten Pati ini membahas dan melaporkan berbagai temuan tentang tempat prostitusi di Kabupaten Pati. Baik itu Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Izin Usaha dan status tanah yang didiami.

Komentar