oleh

Penjualan Tiket Bus Malam di Terminal Rembang Sepi di Tengah Libur Nataru

Rembang, SMJTimes.com – Semarak natal dan tahun baru kali ini memang berbeda. Di tengah pandemi sejumlah perjalanan atau mudik liburan panjang harus ditunda dan harus menyesuaikan aturan yang ada.

Sejumlah aturan ketat diterapkan sejumlah kota guna mengantisipasi lonjakan angka pandemi. Keputusan tersebut setidaknya memiliki dampak baik, namun juga mempunyai dampak yang kurang menguntungkan bagi sebagian pelaku usaha.

Baca juga : Terapkan Physical Distancing, Harga Tiket Bis Naik Drastis

Salah satu yang terdampak atas kebijakan tersebut adalah agen perjalanan.  Luki, salah satu agen bus malam mengatakan saat ini tidak ada perubahan dalam penjualan tiket saat pandemi. Bahkan penjualan tiket tetap tak menyentuh angka lima dalam satu minggu ini.

“Paling-paling kalau penjualannnya tetap kayak pertama pandemi.  Masih tiga orang, kadang satu tiket dalam seminggu jelasnya,” ujarnya saat ditemui Mitrapost.com di terminal Rembang, Sabtu (26/12/2020).

Baca juga : Disiplinkan Warga, Satpol PP Pati Dirikan Posko Covid-19 di 23 Titik Fasilitas Umum

Luki sendiri merupakan penjual tiket untuk bus malam yang melayani area Jabodetabek atau perjalanan ke ibukota. Dalam rute perjalanan tiket yang ia jual kisaran sebesar Rp200 ribu.

Meski begitu, dalam kurun pandemi lonjakan sempat dirasakan saat penerapan new normal. Setidaknya dalam satu minggu sempat ada 10 orang yang melakukan perjalanan ke ibukota.

Baca juga : Jelang New Normal, Kemenag Bolehkan Nikah di Luar KUA

“Kalau new normal kemarin sempat baik.  Adalah 5 sampai 10 orang.  Tapi ya itu, hanya 2 minggu berjalan saja,” imbuhnya.

Kini Luki yang berjualan di terminal Rembang itu memilih menutup sementara, karena sepinya perjalanan yang ada. “Ini sudah 3 hari saya tidak ambil dulu,” tutupnya.

Baca juga :

Reporter: Aziz Afifi

Komentar

News Feed