oleh

Lepas Mudik Pedagang Mi Instan, Ganjar: Jangan Lama-lama di Kampung, Kasihan Anak Kos

Semarang – Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, melepas 550 orang pedagang mi instan di Semarang untuk mudik ke Kuningan, Jawa Barat pada Rabu (29/5).

Pedagang mi instan atau kadang dikenal warung burjo asal Kuningan yang sehari-hari mencari nafkah di Kota Semarang dan sekitarnya tahun ini mengikuti program mudik gratis yang diselenggarakan oleh PT Indofood.

Ganjar Pranowo saat melepas mudik para pedagang menyampaikan pesan agar berhati-hati selama perjalanan. Dia juga menitipkan salam untuk semua keluarga yang ada di rumah.

“Terus nanti di kampungnya jangan lama-lama. Soalnya kalau terlalu lama, kasihan anak kos. Kedatangan anda pasti sangat ditunggu mereka,” canda Ganjar.

Sudah menjadi hal umum khususnya bagi anak kos, kehadiran kehadiran pedagang mi instan atau warung burjo sangat membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan makanan. Selain karena kepraktisannya juga harga menu yang tersedia sangat cocok dengan kantong anak kos.

Menurut Ganjar, kepedulian perusahaan yang memberikan fasilitas mudik merupakan hal yang patut diapresiasi. Hal tersebut menjadi wujud sinergi dan relasi yang baik antara perusahaan dengan karyawan ataupun mitra.

Baca juga : Berikut Titik Macet dan Rawan Kecelakaan di Jalan Tol Batang-Semarang

Sementara itu, Branch Manager PT Indofood CBP Sukses Makmur, Devie Permana mengatakan, program mudik gratis untuk para pengusaha mi instan yang menjual produk-produk Indofood ini dilakukan sejak 2010 lalu.

Untuk tahun ini, secara nasional ada sebanyak 11.100 pengusaha mi instan yang difasiltasi mudik bersama. Sedangkan di Jateng dan DIY, program mudik gratis yang diselenggarakan Indofood diikuti 1.750 orang pedagang.

“Saat ini, yang kami lepas di Semarang ada 550 orang dengan 10 bus menuju Kuningan dan sekitarnya. Program mudik gratis ini kami gelar untuk memelihara hubungan baik antara kami dengan para pengusaha mie instan, karena mereka adalah salah satu mata rantai perusahaan dalam mencapai kesuksesan,” ucapnya.

Program mudik gratis ini pun disambut dengan antusias oleh para pedagang mi instan karena bisa kembali ke kampung dan bertemu keluarga. Seperti yang dirasakan oleh Indriyani yang sehari-hari berjualan bubur kacang hijau dan mi instan di daerah Sekaran, Gunungpati. Ia membutuhkan uang transport Rp 150.000 per orang untuk mudik.

“Seneng sekali ada program mudik gratis ini, bisa mengurangi pengeluaran. Soalnya kalau mudik sendiri mahal, harus banyak pengeluaran untuk transportasi dan kebutuhan di jalan,” kata Indriyani, 35, salah seorang peserta mudik asal Kuningan, Jawa Barat. (*)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *