oleh

Legen, Minuman Tradisional Khas Hari Raya bagi Pemudik

Pati, SMJTimes.com – Jika berkesempatan melintasi Jalan Raya Pati-Gabus, Pati-Kayen maupun Jalan Pantura Pati-Kudus, anda akan melihat beberapa penjual minuman tradisional legen mangkal di pinggir jalan.

Hingga masa arus balik Lebaran, minuman manis yang khas ini masih ramai dijajakan. Terlihat masih ada puluhan pedagang yang setia menawarkan legennya kepada para pengendara motor maupun pejalan kaki.

Diketahui, legen merupakan minuman khas Kabupaten Tuban. Nama legen merujuk pada bunga pohon lontar atau siwalan. Minuman tradisional ini memiliki rasa manis dan sedikit asam.

Di Pati minuman ini sangat populer karena tidak hanya menghadirkan sensasi segar saat diminum, minuman ini juga memiliki banyak khasiat bagi kesehatan seperti memperbaiki fungsi ginjal.

Baca Juga :   Warga Gunungwungkal Rela Antre Sejak Dini Hari Demi Vaksinasi

Penjual legen biasanya menjajakan dagangannya dengan tempat sederhana dilengkapi payung dan meja kecil.

Seorang penjual legen bernama Suwarno yang merupakan perantau dari Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban mengaku sengaja berjualan di Pati karena peminatnya masih tinggi, khususnya saat momentum hari raya Idul Fitri.

Ia menceritakan sudah berjualan legen dan buah siwalan lebih dari 10 tahun. Pekerjaan ini menurutnya merupakan profesi turun-temurun. Umumnya legen diperjualbelikan secara nomaden atau tidak menetap.

“Saya jualan sudah ada kalau 10 tahun pindah-pindah nggak cuma ke Pati saja kadang ke Gresik keliling Jawa Timur juga. Ini nggak buat tapi nderes dari pohon. Tapi saya kulak Mas,” ujar Suwarno saat ditemui di lapak kecilnya, Senin (9/5/2022).

Baca Juga :   DPRD Pati: Pemerintah Perlu Beri Pelatihan Online Bagi Pedagang

Suwarno menerangkan, ia tidak bisa berjualan legen sepanjang tahun karena buah siwalan hanya produktif tumbuh selama 3-4 bulan di musim kemarau.

Untuk menikmati 1,5 liter minuman legen, pembeli hanya perlu membayar Rp10.000 saja. Dalam sehari paling sedikit Suwarno bisa menjual 10-15 botol legen.

“Sekali merantau saya bisa menjual 200-300 botol Mas.Setiap 10 hari sampai 14 hari pulang sekali.  Ke Semanding ambil barang,” imbuhnya.

Diakuinya Lebaran tahun ini minat masyarakat untuk membeli legen meningkat dibandingkan tahun kemarin. Hal itu menurutnya tak lepas dari kebijakan pemerintah melonggarkan mudik Lebaran 2022. (*)

Komentar

News Feed