SMJTimes.com – Produsen otomotif multinasional terbesar asal Jepang, Nissan berencana melakukan penutupan terhadap salah satu dari dua jalur produksi di pabrik Sunderland, Inggris.
Selain itu, Nissan juga diketahui melakukan pemangkasan terhap sekitar 10 persen tenaga kerjanya yang berada di Eropa. Dalam hal ini, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya restrukturisasi untuk meringankan kesulitan keuangan yang sedang dialami perusahaan.
Melansir dari CNN Indonesia, pabrik Nissan di Sunderland diketahui akan melakukan pemroduksian serentak di jalur yang sama terhadap tiga mobil listrik Leaf baru, Juke dan Qashqai. Untuk itu, Nissan mengonfirmasi bahwa tidak adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di pabrik tersebut.
Akan tetapi, sejumlah posisi yang ada di pabrik Inggris kemungkinan bakal dihapus dan rencana yang dirancang adalah melakukan PHK terhadap sekitar 900 pekerja di Eropa. Hal ini menandai adanya degradasi angka produksi di satu-satunya pabrik Nissan di Eropa.
Menurut Autocar, pabrik tersebut sempat melakukan produksi sebanyak 273.174 mobil di tahun lalu. Angka tersebut ternyata dinyatakan mengalami penurunan jika dibandingkan dengan angka tertingginya yang lebih dari setengah juta.
Dalam sebuah pernyataan, Nissan mengatakan bahwa pihaknya mengambil sejumlah langkah untuk menciptakan bisnis yang lebih ramping dan tangguh, yang beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar.
Sejumlah langkah yang tengah dilakukan peninjauan tersebut termasuk dengan adanya penutupan terhadap sebagian gudang suku cadang Barcelona dan peralihan ke model importir di negara-negara Nordik. (*)









Komentar