oleh

Haryanto Tegaskan Tak Ada ASN yang Berpaham Wahabi di Pati

Pati, SMJTimes.com – Bupati Pati Haryanto menegaskan tidak ada seorang pun aparatur sipil negara maupun pejabat berpaham radikal maupun paham Wahabi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab).

Hal ini diungkapkan orang nomor satu di Kabupaten Pati ini saat memimpin Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Pejabat Tinggi Pratama, Pejabat Adminitator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Pati, pada Jumat (1/10/2021).

Dalam acara ini, Bupati Pati Haryanto melantik Jumani sebagai Sekda Kabupaten Pati. Jumani sebelumnya dianggap berpaham radikal oleh sejumlah orang hingga membuat polemik.

“Jadi tidak ada pawai sipil di Kabupaten Pati yang beraliran radikal. Tidak ada kelompok Wahabi dan sejenis. Ini menepis. Ibadah tekun jangan anggap kafir, Wahabi dan lainnya. Kita asah asih asuh. Oleh karena itu harus didukung secara penuh,” ujar Haryanto dalam sambutannya di Pendopo Kabupaten Pati.

Baca Juga :   Dewan: Saat Banjir Protokol Kesehatan Harus Dijaga

Haryanto juga mengatakan bahwa PNS dilarang berpolitik dan saling dukung. Ia tidak mau ada kepentingan oknum bila PNS berpolitik.

“Tadi malam ada kelompok yang wa kepada saya. Saya tegaskan bahwa PNS ndak boleh berpolitik. Kalau mau PNS ya seperti saya harus mengundurkan diri dan nyalon,” lanjut Haryanto.

Selain Jumani, 30 pejabat juga dilantik menempati jabatan baru.  Ia meminta kepada para pejabat ini tangguh seperti Garuda Pancasila. Terlebih momen pelantikan bersamaan dengan Hari Kesaktian Pancasila.

“Tangguh seperti pancasila. Tidak mudah digoyahkan. Sekali pun ada benturan sana sini. Tetap integritas dan loyalitas melayani kepada masyarakat yang baik,” kata Haryanto.

Sementara untuk pejabat yang belum terpilih, ia meminta untuk legowo dan mendukung Sekda yang terpilih.

Baca Juga :   Pengendara Terobos Penyekatan, Penutupan Jalan Dinilai Tak Efektif

“Kompetisi sudah berakhir legowo kita sesama teman. Ndak boleh mencari-cari kesalahan. Pelaksanaan Pansel ini bebas dari intervensi politik. Proses panjang. Kita selasai,” tandas Haryanto. (*)

Komentar

News Feed