oleh

Tahun Ini, Rembang Nihil Dana Penanganan Abrasi

Rembang, SMJTimes.com – Ancaman bencana dari laut seharusnya menjadi pertimbangan penting Kabupaten Rembang. Mulai bencana yang tak terduga hingga akibat perubahan iklim yang biasa terjadi.

Mengingat klaim yang dilontarkan oleh Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Rembang, Imam Maskur saat Apel Sigap Bencana di halaman Kantor Bupati, pada Rabu (28/10/2020) lalu bahwa Rembang memiliki hamparan pantai sepanjang 63 km.

Baca juga: Video : Pjs Bupati Rembang Bakal Hentikan KBM Tatap Muka Jika Muncul Kasus Covid-19

Ia juga menjelaskan mengenai letak geografis Rembang, setidaknya terdapat 6 kecamatan yang berada di tepi pantai. Secara otomatis pula ada 6 wilayah yang mempunyai ancaman bencana akibat air laut, seperti halnya abrasi yang terus berlangsung dari waktu ke waktu.

Namun, saat konfirmasi terkait penanganan tersebut, Imam Maskur mengaku, tahun ini Rembang tidak menganggarkan dana untuk penanggulangan bencana itu.

Baca juga: Lantik BPD, Pjs Bupati Rembang Berharap Mampu Serap Aspirasi Warga

“Anggaran abrasi di wilayah Sluke dan Kragan tahun 2020 tidak ada,” ucapnya.

Sedangkan, untuk anggaran tahun berikutnya, Imam Maskur akan mencoba memastikan kembali soal ketersediaan anggaran untuk pencegahan bencana abrasi yang ada di Rembang.

“Kalau tahun 2021 kami coba cek.  Untuk pemecah gelombang kan,” imbuhnya.

Baca juga: Berlangsung Sebulan, Pjs Bupati Rembang Bakal Gelar Evaluasi KBM Tatap Muka

bahkan, Imam Maskur mengakui bencana tersebut memang dirasakan warga sekitar cukup lama.

“Memang masalah yang cukup lama yang dirasakan masyarakat Sluke dan Kragan itu. Memang banyak keluhan di sana.  Karena memang di sana sering terjadi abrasi,” ungkapnya.

Seperti yang terjadi di salah satu desa di wilayah Kragan, hampir 300 meter jalan dipemukiman warga ambrol terkikis ombak pada 21 September kemarin.

Baca juga: Sempat Dibatalkan MA, Iuran BPJS Kesehatan Naik Lagi per Bulan Juli

Menanggapi hal tersebut, Imam Maskur berdalih akan menganggarkan dana penanganan abrasi di tahun 2021 mendatang.

“Ya nanti kami coba pada tahun 2021 kami anggarkan melalui DLH,” pungkasnya. (*)

Baca juga: 

Reporter: Aziz Afifi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *