oleh

Indonesia Dihujani Sederet Fenomena Langit Oktober Ini, Bisa Disaksikan Mata Telanjang

SMJTimes.com – Oktober ini langit Indonesia dihiasi oleh berbagai fenomena antariksa. Menurut Observatorium Bosscha ITB terjapat tujuh peristiwa hujan meteor yang diklaim bisa disaksikan dengan mata telanjang di bulan ini.

Bosscha mengungkapkan, hujan meteor terjadi ketika sisa komet maupun asteroid yang tertarik oleh gravitasi bumi. Objek-objek tersebut berada pada jalur orbit bumi sehingga saat mendekat akan tertarik oleh gravitasi bumi dan nampak menjadi hujan meteor jika dilihat dari permukaan bumi.

Baca juga: Fenomena Langka, Bulan Biru Akan Muncul pada Oktober Mendatang

Berikut ini tujuh peristiwa hujan meteor yang bakal menghujani langit Indonesia pada Oktober 2020.

  1. 5 Oktober, puncak hujan meteor Camelopardalid

Bosscha menyampaikan hujan meteor Camelopardalid berlangsung mulai 5 Oktober hingga 6 Oktober. Fenomena langit itu akan mencapai puncaknya pada tanggal 5 Oktober.

Hujan meteor ini akan tampak dari arah rasi Draco. Namun hujan meteor ini tidak dapat diamati dari Bandung karena akan terjadi pada siang hari.

Baca juga: Misterius, Penampakan Gumpalan Merah Besar Muncul di Laut Washington

  1. 8 Oktober, puncak hujan meteor Draconid

Bosscha mengatakan hujan meteor Draconid berlangsung mulai tanggal 6 Oktober hingga 10 Oktober dan akan mencapai puncaknya pada 8 Oktober. Di Bandung, hujan meteor ini akan tampak di arah Rasi Draco mulai Matahari terbenam hingga sekitar pukul 21.34 WIB.

  1. 10 Oktober, puncak hujan meteor Taurid Selatan

Hujan meteor Taurid Selatan berlangsung mulai tanggal 10 September hingga 20 November dan akan mencapai puncaknya pada tanggal 10 Oktober. Di Bandung, hujan meteor ini akan tampak di arah Rasi Cetus mulai pukul 18.41 WIB di timur setiap harinya.

Baca juga: Tanaman Tumbuh Subur, Hindari Beberapa Kesalahan saat Berkebun

Bosscha berkata waktu terbaik untuk pengamatannya yaitu pada sekitar pukul 01.00 WIB. Saat puncak, diperkirakan akan terlihat hingga lima meteor per jam.

Aktivitas puncaknya diperkirakan terjadi pada pukul 10.00 WIB dengan kira-kira empat meteor yang terlihat pada saat puncaknya di ketinggian 74 derajat.

Baca juga: Diduga Menyimpan Kehidupan, Venus vs Mars Memiliki Perbedaan

  1. 11 Oktober, puncak hujan meteor Delta-Aurigid

Hujan meteor Delta-Aurigid diprediksi akan berlangsung mulai tanggal 10 Oktober hingga 18 Oktober. Hujan meteor itu akan tampak di arah Rasi Auriga mulai pukul 22.26 WIB di timur setiap harinya.

Waktu terbaik untuk pengamatannya adalah sekitar pukul 04.00 WIB. Aktivitas puncaknya diperkirakan terjadi pada pukul 11.00 WIB pada tanggal 11 Oktober.

Baca juga: Asteroid Sebesar Bus Bakal Melintas di Orbit Satelit Bumi Hari Ini

  1. 18 Oktober, puncak hujan meteor Epsilon-Geminid

Bosscha mengatakan hujan meteor Epsilon-Geminid terjadi sejak 14 Oktober sampai 27 Oktober 2020. Hujan meteor itu akan terlihat sekitar pukul 22.59 WIB setiap malamnya di atas horizon bagian timur dan akan tetap aktif sampai fajar menyingsing sekitar pukul 05.05 WIB.

Titik terterangnya disebut berada di posisi paling tinggi di langit setelah fajar, sekitar pukul 05.00 WIB dan memberikan pemandangan yang terbaiknya sebelum fajar. Aktivitas puncaknya akan berada sekitar pukul 12.00 WIB pada 18 Oktober 2020.

Baca juga: Antartika Tarancam “Kiamat Gletser”, Bagaimana Nasib Bumi?

Hujan meteor ini diklaim mampu diamati tanpa alat bantu dengan ketinggian maksimal 56 derajat di atas horizon. Perkiraannya akan terlihat 2 meteor per jam pada puncak hujan meteor.

Karena puncaknya terjadi ketika siang hari, kemungkinan untuk melihat puncak hujan meteornya sangat kecil.

  1. 21 Oktober, puncak hujan meteor Orionid

Bosscha mengatakan hujan meteor Orionid terjadi sejak tanggal 2 Oktober hingga 7 November 2020. Hujan meteor ini akan terlihat sekitar pukul 22.13 WIB setiap malamnya di atas horizon bagian timur dan akan tetap aktif sampai fajar menyingsing sekitar pukul 05.04 WIB.

Baca juga: Usus Pangkal Kesehatan Tubuh

Titik terterangnya akan berada di posisi paling tinggi di langit setelah fajar, sekitar pukul 04.00 WIB dan memberikan pemandangan yang terbaiknya sebelum fajar.

Aktivitas puncak hujan meteor itu akan berada sekitar pukul 13.00 WIB pada 21 Oktober 2020. Hujan meteor ini dapat diamati tanpa alat bantu dengan ketinggian maksimal 67 derajat di atas horizon. Perkiraannya akan terlihat 13 meteor per jam pada puncak hujan meteor.

Seperti puncak hujan meteor Epsilon-Geminid, kemungkinan untuk melihat puncak hujan meteor Orionid sangat kecil karena puncaknya terjadi pada siang hari.

Baca juga: Ketahui Mitos Seputar Asam Urat yang Tak Patut Dipercaya

  1. 24 Oktober, puncak hujan meteor Leonis Minorid

Hujan meteor Leonis Minorid terjadi sejak 19 Oktober sampai 27 Oktober 2020. Hujan meteor itu akan terlihat sekitar pukul 02.45 WIB setiap malamnya di atas horizon bagian timur dan akan tetap aktif sampai fajar menyingsing sekitar pukul 05.03 WIB.

Titik terterangnya akan berada di posisi paling tinggi di langit setelah fajar, sekitar pukul 08.00 WIB dan memberikan pemandangan yang terbaiknya sebelum fajar. Aktivitas puncaknya akan berada sekitar pukul 13.00 WIB pada 24 Oktober 2020. Hujan meteor ini memiliki ketinggian maksimal 24 derajat di atas horizon.

Karena ia terlalu rendah dan puncaknya terjadi ketika siang hari, kemungkinan untuk melihat puncak hujan meteornya sangat kecil.

Baca juga: 

Artikel ini telah tayang di CNNIndonesia dengan judul “7 Fenomena Hujan Meteor Oktober, Bisa Dilihat Tanpa Alat“.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *