oleh

Musim Kemarau yang Dingin, Begini Penjelasan Ilmiahnya

SMJ times – Musim panas tapi suhu udaranya dingin. Kalau menurut masyarakat Jawa kondisi seperti ini disebut dengan musim bediding. Saat tiba awal musim kemarau perubahan suhu udara yang mencolok membuat suhu udara menjadi lebih dingin menjelang malam hingga pagi hari. Sedangkan suhu pada siang hari cenderung panas bahkan melonjak hingga panas menyengat.

Indonesia yang merupakan daerah tropis memiliki suhu hangat dengan suhu diatas 22 °Celcius. Akan tetapi pada musim bediding suhu udara di beberapa daerah bisa turun secara drastis.

Mengapa hal ini terjadi?

Suhu dingin pada musim kemarau ini disebabkan karena posisi matahari berada pada posisi terjauh di sebelah utara garis khatulistiwa sehingga menyebabkan bumi sebelah utara menjadi panas dan bumi sebelah selatan menjadi dingin.

Pulau Jawa yang terletak di sebelah selatan garis khatulistiwa menyebabkan daerah-daerah di Pulau Jawa lebih dingin daripada biasanya. Khususnya di daerah-daerah yang berada di dataran tinggi seperti Dieng, Tengger serta daerah seperti Malang dan Bandung suhu udara bisa mencapai 17 °C hingga -4°C.

Siklus musim kemarau seperti saat ini juga disebabkan karena terjadi pelepasan energi bumi yang langsung menuju ke daerah yang lebih tinggi.

Baca juga : 31 Kabupaten di jateng Diprediksi Kekeringan, BPBD Siapkan 1.000 Tangki Air Bersih

Jika musim penghujan udara cenderung lebih panas karena panas bumi yang tertahan oleh awan sehingga dipantulkan lagi ke bumi. Maka di musim kemarau  hampir tidak ada awan saat malam hari sehingga radiasi matahari yang diserap bumi pada saat siang hari akan kembali ke atas tanpa adanya penghalang dan menyebabkan suhu udara semakin dingin.

Selain itu, angin musim dingin dari Australia juga mempengaruhi suhu udara di Pulau Jawa menjadi lebih dingin. Angin yang bertiup dari Australia atau angin dari Timur ke Tenggara mempengaruhi sebagian besar wilayah Indonesia.

Perubahan suhu seperti saat ini biasanya berlangsung selama tiga hingga empat bulan, yakni pertengahan bulan Juni hingga Agustus.

Bagaimana dampaknya terhadap pertanian dan peternakan?

Melansir Pranata mangsa, saat suhu menurut seperti pada musim bediding sangat cocok untuk menanam palawija seperti nila dan kapas. Serta waktu yang tepat untuk menggarap tegalan dengann menanami jagung.

Sedangkan pada musim bediding biasana justru sering timbul wabah penyakit pada perikanan. Penurunan suhu udara akan mempengaruhi turunnya suhu pada air sehingga bisa mengakibatkan ikan stress, nafsu makan dan daya tahan tubuh menurun. (*)

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *