SMJTimes.com – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan segerombolan pendaki yang tengah berkaraoke ria memakai speaker aktif di atas puncak Gunung Andong, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah.
Dalam video yang diunggah di akun media sosial Instagram @pendakilawas dengan caption bertuliskan “Karaoke di atas awan,” tampak speaker aktif yang digunakan oleh orang yang tengah duduk di kursi dekat salah satu warung, dengan bernyanyi.
Sementara itu, di sekelilingnya terlihat berdiri sejumlah tenda yang tengah digunakan untuk nge-camp bagi para pendaki. Pemandangan itulah yang menimbulkan sejumlah pertanyaan bagi para netizen di kolom komentar media sosial Instagram.
Sejumlah netizen memberikan komentar yang cukup beragam. Namun, mayoritas dari mereka justru menyayangkan adanya kejadian tersebut lantaran dinilai mengganggu kenyamanan para pendaki lainnya yang ada di kawasan puncak Gunung Andong.
Melansir dari Detik, Ketua Basecamp Taruna Jayagiri Pendakian Gunung Andong via Sawit, Maisaro, menanggapi viralnya video tersebut dengan mengatakan bahwa speaker yang digunakan oleh para pendaki itu disediakan untuk memberikan informasi kepada para pendaki.
“Sebenarnya dulu speaker hanya untuk ngasih info buat pendaki yang ada atas (puncak), baik info untuk kehilangan atau segala info darurat. Hanya terkadang dari banyak rekan sering disalahgunakan,” ujar Maisaro.
“Ini sebagai evaluasi kami pengelola dan mitra untuk lebih tegas dalam penggunaan alat pengeras maupun lainnya,” tambahnya, dikutip Selasa (19/05/2026).
Kemudian, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Giri Mulyo Desa Giri, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Handoko, menyampaikan permintaan maafnya mewakili seluruh pengelola Gunung Andong, baik dari basecamp via jalur Pendem, Sawit, maupun Gogik, serta para penjaga shelter di kawasan puncak.
“Kami segenap pengelola Gunung Andong, Palawi, LMDH, basecamp Gunung Andong via jalur Pendem, Sawit, Gogik serta para penjaga shelter di kawasan puncak Gunung Andong, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang belakangan ini menjadi perhatian publik terkait aktivitas karaoke di area puncak Gunung Andong,” ucap Handoko dalam keterangan tertulisnya.
“Berdasarkan hasil musyawarah, diputuskan bahwa seluruh kegiatan karaoke dilarang serta aktivitas lain yang berpotensi mengganggu kenyamanan, ketenangan, dan sikap saling tidak menghormati di kawasan Gunung Andong,” lanjutnya. (*)











Komentar