oleh

Ekspor Pertanian Jawa Tengah Meningkat, Dewan Pati Minta Petani Integratif

Pati, SMJTimes.com – Pertanian di Jawa Tengah (Jateng) menjadi salah satu pendukung produk ekspor pertanian di Indonesia. Diketahui, pada tahun 2021 ekspor pertanian di Jawa Tengah mencapai Rp 11,10 triliun.

Hal ini tentu patut dibanggakan oleh masyarakat Jawa Tengah, tanpa terkecuali DPRD Pati yang mengucapkan apresiasi ekspor Jawa Tengah yang terus meningkat.

Jumlah itu lebih besar dibanding dua tahun sebelumnya. Di mana ekspor pertanian Jawa Tengah pada tahun 2020 tercatat Rp 9,13 triliun, dan tahun 2019 tercatat Rp 8,48 triliun.

Menurut M. Nur Sukarno, Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, hal ini merupakan capaian luar biasa di sektor pertanian di Jawa Tengah.

Baca Juga :   BPP Pati Optimis Kualitas Padi Panen MT-2 Lebih Baik

“Saya mengapresiasi para petani maupun pelaku usaha agribisnis yang terus meningkatkan capaian hasil yang bagus di sektor pertanian. Capaian tersebut mengalami kemajuan dan peningkatan produksi,” ungkap M. Nur Sukarno kepada SMJTimes.com, Senin (7/2/2022).

Ekspor_Pertanian_Jawa_Tengah_Meningkat,_Dewan_Pati_Minta_Petani

Harapannya, lanjut dia, keberhasilan ini agar terus ditingkatkan, supaya menjadi momentum berkelanjutan dan menghasilkan ekspor yang semakin meningkat.

“Saat ini komoditas pertanian di Jawa Tengah menjadi salah satu penopang ekspor di Indonesia. Dikarenakan  komoditas pertanian di Jawa Tengah cukup berpotensi dengan adanya inovasi-inovasi yang baru,” ucap politikus Partai Golongan Karya (Golkar).

Kemudian, ia menegaskan tumbuhnya pertanian di masa krisis seperti ini, tentunya tidak lepas dari kerja keras dan sinergi integratif dan kolaboratif antar insan pertanian, serta komitmen yang kuat dari pemerintah daerah dan pusat,” terangnya.

Baca Juga :   Dievaluasi, Pemerintah Hentikan Sementara Program Kartu Pra Kerja

Untuk diketahui, Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan hasil pengolahan data statistik kementerian pertanian (Kementan) diketahui bahwa di saat semua sektor lain mengalami penurunan, justru komoditas pertanian mengalami kenaikan signifikan.

Kenaikan signifikan tersebut terjadi mulai pada kuartal I, kuartal II hingga akhir Desember 2021, meningkat 12,93 persen. (*)

Komentar

News Feed