SMJTimes.com – Imbas ketersediaan bahan baku yang menipis akibat konflik geopolitik di Timur Tengah, perusahaan petrokimia terkemuka di Indonesia, PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) disebut menurunkan produksi ke level minimal dan hanya bertahan sampai beberapa bulan ke depan.
Corporate Planning General Manager LCI, Lee Dae Lo mengatakan bahwa ketersediaan saat stok saat ini memungkinkan untuk tidak dapat beroperasi secara penuh, meski pihaknya memiliki komitmen kerja sama dengan mitra yang harus dipenuhi.
“Kita tetap berusaha untuk beroperasi minimum untuk industri Indonesia,” jelas Lee Dae Lo dalam Media Gathering di Living Stone SCBD, dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (16/04/2026).
Dalam hal ini, Lee Dae Lo mengaku terkait kondisi penurunan produksi yang didasarkan pada arah 100 persen pembelian nafta sebagai bahan dasar plastik seperti etilena, polietilena (PE), dan polipropilena (PP) yang diimpor dari kawasan Timur Tengah.
Oleh karena itu, bahan baku Lotte saat ini sangat berdampak lantaran terjadinya perang di kawasan tersebut. Sementara, perusahaan tengah mencoba melakukan komunikasi oleh beberapa negara lainnya guna pemenuhan stok nafta.
“Hampir 100 persen (bahan baku) kita beli dari Timur Tengah, tapi sekarang kita lagi jalin komunikasi untuk membeli bahan baku dari Singapura, Malaysia, dan bahkan Afrika, Nigeria,” katanya.
Hal yang sama juga terjadi pada bahan baku dari Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang tercatat mengalami kendala akibat perang yang melanda Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
Atas hal ini, Lotte berkomitmen untuk terus melakukan sejumlah upaya penjagaan stabilitas pasokan bagi industri hilir dan manufaktur nasional dengan cara mengurangi total produksi. (*)











Komentar