oleh

387 Anak Jadi Yatim Piatu Akibat Covid-19, Pemkab Rembang Berikan Atensi

Rembang, SMJTimes.com– Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan KB (Dinsos PPKB) Kabupaten Rembang mencatat sebanyak 387 anak menjadi yatim piatu akibat orang tua meninggal karena Virus Covid-19. Data tersebut terus diperbarui dan diselaraskan untuk nantinya ditindaklanjuti.

Pendataan anak yatim akibat Covid-19 ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari surat edaran Kemensos.

“Yang terdampak Covid-19 orang tuanya meninggal ada 387. Ada yang yatim, ada yang piatu, ada yang yatim piatu totalnya segitu. Kemarin kita diminta mendata dari provinsi untuk mendata anak-anak ini,” hal ini disampaikan oleh Seksi Perlindungan Anak kantor Dinsos PPKB Rembang, Yulidar Maesaroh saat ditemui di kantornya pada Jumat, (29/10).

Baca Juga :   Bupati Rembang Beri Arahan Pejabat Baru

Data tersebut dihimpun dari laporan Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) se-Kabupaten Rembang baik dari rumah sakit maupun puskesmas di masing-masing kecamatan. Kemudian diverifikasi oleh Dinsos PPKB ke desa terkait.

387 Anak Jadi Yatim Piatu Akibat Covid-19, Pemkab Rembang Berikan Atensi

Yulidar mengaku sejumlah yatim tersebut telah diberikan bantuan sosial yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Rembang belum lama ini. Selain itu ratusan anak tersebut secara otomatis langsung dimasukkan dalam daftar penerima bantuan sosial.

Dinsos PPKB memastikan sejumlah anak tersebut sudah menemukan pengasuh baru, yang mayoritas dari golongan keluarga korban. Selanjutnya wali asuh diberi penyuluhan oleh Pemkab Rembang terkait pengasuhan anak, sementara anak dimotivasi agar tetap semangat dalam menjalani hidup.

Baca Juga :   Simulasi KBM Tatap Muka Tahap II di Pati Bakal Ditunda

“Selain mendata, kita juga memantau kaitannya dengan pengasuhannya.  Memastika dia pengasuhannya di mana ikut siapa sekolahnya bagaimana, gizi makanan, dan membangun mentalnya. Sejauh ini tidak ada masalah, masih ikut dengan keluarga besar ikut  kakek, nenek, atau saudara jadi tidak ada yang sampai ke panti,” kata Yulidar. (*)

 

Komentar

News Feed