oleh

Omicron Melonjak, Dewan Pati Minta Masyarakat Tidak Remehkan Dampaknya

Pati, SMJTimes.com – Pandemi Covid-19 varian Omicron menjadi pergulatan hingga saat ini, kasus Omicron telah dikonfirmasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pati.

Tentu, kejadian ini harus disikapi oleh masyarakat dan pemerintah setempat agar tak terjadi gelombang pandemi susulan.

Hal tersebut yang coba disampaiman oleh Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Pati, Bambang Susilo. Ia meminta kepada Warga Pati agar tidak meremehkan varian Omicron, mengingat gejala yang ditimbulkan lebih ringan dibandingkan varian Covid-19 yang lain.

Diketahui, gejala Omicron umummya mirip dengan flu dan batuk biasa. Namun, kendati demikian tetap berisiko fatal pada kelompok tertentu. beberapa kasus bahkan menyebabkan penderita meninggal dunia.

Selain itu, varian virus Covid-19 ini, penyebarannya juga lebih cepat dibandingkan varian sebelumnya.

Baca Juga :   Pangkalan Truk Tak Ada, DPRD Pati Sindir Pemkab

Omicron_Melonjak,_Dewan_Pati_Minta_Masyarakat_Tidak_Remehkan_Dampaknya

“Kepada masyarakat agar tidak menyepelekan karena ada beberapa kasus yang meninggal juga,” Ucap Anggota DPRD Pati dan Ketua Dewn Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu saat diwawancarai awak media, Rabu (16/2/22).

Anggota Fraksi PKB DPRD Pati ini, juga meminta pemerintah lebih gencar menyosialisasikan tentang varian Omicron kepada masyarakat, agar tidak kehilangan kewaspadan dan tetap mematuhi protokol kesehatan hingga lini desa.

“Ada beberapa kasus yang cuma ringan seperti pilek. ada juga Sakit tenggorokan yang cukup berat. intinya masyarakat tetap mematuhi protokol,” Imbuh Bambang.

Pasalnya, belajar dari kasus Covid-19 varian Delta pada gelombang kedua beberapa waktu lalu, Kabupaten Pati sempat kerepotan dengan banyaknya warga yang tertular.

Baca Juga :   PTM di Pati Perlu Dikaji Ulang

Hingga puncaknya, untuk penanganan Covid-19, pemerintah harus melakukan refocusing dana APBD.

Oleh karenanya, pemerintah juga diminta untuk merencanakan mitigasi bencana dan skenario kemungkinan terburuk dalam rangka meminimalisir risiko lonjakan kasus Covid-19 gelombang ketiga. (*)

 

Komentar

News Feed