oleh

Rukani Tetap Gunakan Hak Suara, Meski Menjadi Satu-satunya Warga Dukuh Rejosari

Demak, Mitrapost.com – Dukuh Rejosari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak yang terdampak abrasi, hanya menyisakan satu keluarga. Rukani beserta istri dan kedua anaknya tetap memilih tinggal di sana dengan keadaan yang cukup memperhatinkan.

“Saya sudah tekad tinggal di sini sampai mati,” katanya pada akhir pekan lalu.

Padahal ratusan warga dukuh tersebut sudah mulai meninggalkan tempat tersebut sejak 2006 silam. Saat didatangi Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) keadaan rumah Rukani terlihat dikepung air laut yang sudah menenggelamkan lebih dari setengah tinggi rumahnya.

Budi Kiswanto, salah satu petugas PPDP mengaku, kedatangannya untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih.

Baca juga : Seleksi Pemain, PSD Demak Lakukan di Tengah Pandemi

Pihaknya dapat menyalurkan hak pilihnya di TPS 05 yang terletak di Dukuh Pandansari.

“Letaknya tidak jauh dari Rejosari,” Ungkap Budi.

Rukani menjadi satu-satunya warga yang di data dari dukuh tersebut. Walau sering mendapatkan tawaran pekerjaan lain, karena dirinya hanya mampu menjaring ikan, Ia menolak tawaran tersebut.

Pihaknya berharap Bupati terpilih nantinya dapat lebih memperhatikannya, dan memberi solusi kemudahan bagi dirinya agar mudah menjalankan aktivitas menjaring ikan.

Pada Pilkada 2020 nanti, Ia menyampaikan akan menggunakan hak suaranya.”Dulu juga ikut nyoblos di Pandansari, satu keluarga sini rombongan naik perahu ke sana,” ujarnya menceritakan.

Mengenai pilihan cabup ini, Rukani mengaku belum mengetahui siapa yang akan dipilih. Yang jelas Ia memastikan akan ikut mencoblos. (*)

Baca juga : 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook dan instagram

Redaktur : Dwifa Okta

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *