oleh

Gelar Uji Coba PPDB Online, Begini Perbedaannya dengan Tahun Lalu

Semarang – Untuk memantapkan persiapan pelaksanaan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tahun ajaran 2019-2020, pemerintah provinsi Jawa Tengah Rabu (13/6) menggelar uji coba PPDB yang secara resmi akan dilakasanakan mulai 1 Juli 2019 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng Jumeri menyampaikan uji coba PPDB dilakukan dua hari, yakni pada Rabu (12/6/2019) untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Kamis (13/6/2019) untuk Sekolah Menengah Atas (SMA).

Uji coba berlangsung lancer kendati ada beberapa kendala teknis terkait sistem.

“Tadi ada kendala misalnya, anak yang domisilinya 0 km dari sekolah, tapi tidak bisa melakukan pendaftaran. Ada juga anak yang tidak bisa mendaftar di jalur kepindahan orang tua. Kendala-kendala karena sistem itu langsung kami tindaklanjuti untuk dilakukan perbaikan,” terangnya.

Baca Juga :   Dinpar Demak Kedatangan Kereta Kencana Baru

Dalam uji coba itu, pihaknya mendatangkan sejumlah calon siswa, orang tua siswa hingga guru SMP ke sekolah untuk mencoba pendaftaran. Seluruh tahapan uji coba, dilakukan seperti pendaftaran sesungguhnya. Tahapan demi tahapan proses dilakukan secara detail, untuk mengetahui kesiapan penerimaan PPDB online 2019 di Jateng.

“Jadi, kami menggelar uji coba secara riil seperti proses pendaftaran sebenarnya. Ada verifikasi berkas, pendaftaran akun, memasukkan dokumen, mengisi aplikasi pendaftaran secara online dan sebagainya. Memang ada beberapa catatan yang harus diselesaikan, agar saat pelaksanaan PPDB online pada 1 Juli nanti berjalan lancar karena sudah teruji,” tegasnya.

Baca juga : Disdikbud Pati Imbau Pihak Sekolah Perpanjang Masa Pendaftaran PPDB

Baca Juga :   Ekspor Pertanian Jawa Tengah Meningkat, Dewan Pati Minta Petani Integratif

 Perbedaan PPDB Online 2019 dengan 2018

Jumeri menerangkan, pada pelaksanaan PPDB online tahun 2019 ini, ada perbedaan syarat dan mekanisme dari PPDB tahun lalu, khususnya PPDB SMA. Jika PPDB SMA tahun lalu masih menggunakan nilai UN, tahun ini sistem zonasi dilakukan secara penuh.

“Nilai UN hanya untuk salah satu pertimbangan penerimaan siswa yang bersaing melalui jalur prestasi,” jelas Jumeri.

Komentar