SMJTimes.com – Perusahaan teknologi multinasional berbasis Amerika Serikat (AS), Meta, disebut melanjutkan agenda reorganisasinya secara besar-besaran pada Rabu, 21 Mei 2026.
Dalam hal ini, pihaknya melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap sebanyak 8.000 karyawan global sekaligus melakukan percepatan fokus terhadap pembangunan alur kerja berbasis Artificial Intelligence (AI). Artinya, Meta tengah menggantikan peran sejumlah karyawan dengan AI.
Melansir dari Kumparan, keputusan perlakuan PHK terhadap sekitar 10 persen tenaga kerjanya atau setara dengan 8.000 orang untuk periode Mei 2026 ini pernah dikatakan dalam memo internalnya saat bulan April 2026 lalu.
Meski begitu, Juru bicara perusahaan Meta, Erica Sackin, telah memberikan konfirmasi terhadap sejumlah karyawannya yang terdampak PHK untuk diberi tahu terlebih dahulu sebelum proses eksekusi.
Sementara itu, sebanyak 7.000 karyawan lainnya juga disebut akan mulai mengalami perubahan peran sebagai bagian dari peralihan ke AI, yang selama ini tengah dikejar oleh Meta.
Hal tersebut bahkan terlihat dari memo yang ditulis oleh Chief People Officer Meta, Janelle Gale, terkait dengan pemindahan 7.000 karyawan ke inisiatif baru, dengan tujuan pembentukan alur kerja AI serta menghilangkan peran manajerial.
“Saat para pemimpin organisasi mengerjakan perubahan tersebut, banyak dari mereka memasukkan prinsip-prinsip desain asli AI ke dalam struktur organisasi baru mereka. Sekarang kita berada pada tahap di mana banyak organisasi dapat beroperasi dengan struktur yang lebih datar dengan tim-tim kecil yang terdiri dari pods/cohort yang dapat bergerak lebih cepat dan dengan kewenangan yang lebih besar,” demikian isi dalam tulisan memo tersebut. (*)










Komentar