SMJTimes.com – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengalihkan kerja sama teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang digunakan untuk kebutuhan militer dari Anthropic ke OpenAI.
Diketahui, pengambilan langkah tersebut berdasarkan pada penetapan Anthropic sebagai “Risiko Rantai Pasok terhadap Keamanan Nasional” oleh Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth. Artinya, seluruh vendor dan kontraktor Departemen Pertahanan AS wajib melepas penggunaan model AI milik perusahaan tersebut.
Bahkan, Donald Trump telah mengeluarkan perintah kepada seluruh lembaga federan untuk secara segera memberhentikan penggunaan teknologi milik perusahaan rintisan (startup) Anthropic tersebut.
Melansir dari CNBC Indonesia, Chief Executive Officer (CEO) OpenAI, Sam Altman secara resmi juga mengeluarkan pengumuman terkait dengan tercapainya kesepakatan yang didapatkan bersama Departemen Pertahanan AS.
“Malam ini, kami mencapai kesepakatan dengan Departemen Perang (Department of War/DoW) untuk mengerahkan model kami di jaringan rahasia mereka,” jelas Sam Altman dalam tulisannya di platform X (Twitter), dikutip Selasa (03/03/2026).
“Dalam seluruh interaksi kami, DoW menunjukkan penghormatan yang mendalam terhadap aspek keselamatan dan keinginan untuk bermitra demi mencapai hasil terbaik,” lanjutnya.
Sebelumnya, Anthropic menjadi sebuah perusahaan AI pertama yang melakukan operasi terhadap modelnya di jaringan rahasia militer AS.
Namun, negosiasi lanjutan kontrak tersebut mengalami kegagalan setelah Anthropic meminta jaminan bahwa teknologinya tidak digunakan sebagai senjata otonom penuh maupun bagi pengawasan massal warga AS. (*)











Komentar