SMJTimes.com – Seorang pemeran dari karakter Hulk di Marvel Cinematic Universe, Mark Ruffalo, menyatakan sikap tegasnya terkait ketidaksetujuannya atas rencana akuisisi Warner Bros oleh Paramount-Skydance.
Atas keberaniannya itu, Mark Ruffalo menyatakan keyakinannya untuk masuk ke dalam daftar hitam (blacklist), sebagai salah satu aktor yang dilarang keras menjalin kerja sama dengan pihak Paramount-Skydance, yang merupakan perusahaan media raksasa asal Amerika Serikat (AS).
Melansir dari Detik, Mark Ruffalo sebagai aktor sekaligus produser kenamaan asal AS itu mengungkapkan keharusannya untuk terus bersuara meskipun menyadari adanya risiko yang mengancm kariernya.
“Saya melakukan ini karena saya tahu kami harus melakukannya. Saya tahu apa pun yang terjadi, jika saya tidak bersuara, hasilnya akan sama saja. Saya merasa sudah masuk dalam daftar hitam. Saya sudah bukan lagi teman bagi orang-orang ini,” jelas Mark Ruffalo.
“Jadi, pilihannya adalah bertarung atau menyerah. Namun, hasil akhirnya akan sama saja jika Anda tidak melawan. Begitulah cara menghadapi setiap perundung di dunia ini,” tambahnya, dikutip Selasa (19/05/2026).
Meski sempat terdapat keraguan di awalnya, Mark Ruffalo menyebut sejumlah pelaku industri Hollywood mulai berani menunjukkan ketegasannya untuk mengutuk penggabungan antara Paramount dan Warner Bros.
Menurutnya, dampak dari merger besar ini sama seperti di masa lalu, yaitu antara Fox dan Disney yang selama ini telah memberikan pembelajaran pahit bagi para pekerja seni.
“Risikonya sangat tinggi. Kami tahu apa yang terjadi saat merger dilakukan, mulai dari hilangnya lapangan pekerjaan hingga pembatalan banyak proyek film yang sedang dikembangkan,” ujarnya. (*)











Komentar