oleh

Dewan Pati Kritisi Wacana Kenaikan Pertamax

Pati, SMJTimes.com – Harga bahan bakar minyak (BBM) bensin jenis Pertamax dikabarkan akan naik mulai April 2022 mendatang.

Kebijakan ini datang seiring terdampaknya BBM dalam negeri karena kenaikan harga minyak mentah dunia.

Di Pati, wacana tersebut turut mendapat sorotan dari Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, M. Nur Sukarno.

Dewan Kritisi Wacana Kenaikan Pertamax

Politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) itu berkomentar, selain hanya protes masyarakat harus mengetahui penyebab naiknya harga BBM dalam negeri.

Masyarakat juga diminta menyadari bahwa pemerintah selama ini telah mensubsidi BBM.

“Hal ini merupakan dampak dari globalisasi dan pasar bebas dunia, sehingga pemerintah harus mengatasi goncangan harga BBM dengan langkah subsidi walaupun pemerintah sekarang kebijakannya mengikis habis subsidi,” kata Sukarno saat dimintai pendapat, Kamis (31/3/2022).

Baca Juga :   Inovasi KTT Mendo Mulyo, Produksi Jamu untuk Ternak

Kendati demikian, harus ada langkah alternatif dari pemerintah dalam menyikapi naiknya harga minyak dunia. Pasalnya BBM bensin untuk pelaku usaha adalah hal yang fundamental.

Kebijakan ini dikhawatirkan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Hal ini perlu ada langkah taktis pemerintah untuk menstabilkan harga BBM yang non subsidi. Dampak kenaikan harga BBM ini akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi di masyarakat,” imbuhnya.

Sukarno juga meminta para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk bertahan dan mengatur strategi produksi dengan meminimalisir pembengkakan biaya operasional non BBM.

“Operasional kegiatan UMKM tidak bisa dibatasi kalau Pemkab bisa batasi sesuai keperluan penting saja. Saat ini memang semakin sulit berkembang,kuat, bertahan saja sudah cukup bagus,” tandasnya. (*)

Baca Juga :   Dewan Nilai ‘Jateng di Rumah Saja’ Perlu Konsolidasi

Komentar

News Feed