oleh

Dewan Pati Desak Pemkab Cukupi Stok Vaksin

Pati, SMJTimes.com – Kabar terbaru menyebutkan bahwa stok vaksin covid-19 di tingkat provinsi Jawa Tengah terganggu lantaran pendistribusiannya yang tidak lancar.

Program Vaksinasi Covid-19 tahap dua dari Pemerintah Kabupaten Pati telah berjalan. Pada perode ini warga lanjut usia (lansia) menjadi prioritas untuk divaksin bersama pelayan publik.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Pati, Muntamah berharap Pemerintah Kabupaten selalu mengupayakan kuota vaksin di Pati Agar Program ini berjalan sesuai timeline.

“Pemkab harus menyupayakan tercukupinya vaksin,” ungkap Anggota DPRD Pati dan Politisi dari Partai PKB itu kemarin.

Vaksinasi sesuai timeline perlu dikawal lantaran roda perokonomian di daerah sudah berjalan. Bahkan sektor Pendidikan yang sudah mandek setahun lebih kini sudah lakukan uji coba pembelajaran tatap muka beberapa waktu yang lalu.

Lebih lagi, angka penolakan vaksinasi dari masyarakat juga berkurang. Artinya saat-saat inilah program vaksinasi harus terus digenjot.

Sebaliknya, bila timeline ini molor, pemulihan ekonomi dan bidang lainnya tentunya akan melambat. Efek panjangnya beban fiskal pemerintah akan semakin berat.

Setelah menggunakan vaksin Sinovac buatan Tiongkok, selanjutnya Indonesia berencana akan mengggunakan vaksin AstraZeneca. Menipisnya vaksin Sinovac di Indonesia disebabkan oleh dua gelombang pengiriman vaksin Covid-19  ke Indonesia yang ditunda akibat embargo vaksin dari india.

Pihak Covax-GAVI selaku penyedia vaksin Sinovac untuk negara miskin dan berkembang mengumumkan penundaan dua gelombang pengiriman ke Indonesia. Kondisi ini menyebabkan kuota vaksin pada bulan April berkurang.

Kendati Demikian, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengatakan pemeritah Jawa Tengah telah mengeluarkan stok vaksin cadangan (buffer) yang pada rencana awal akan digelontorkan saat situasi mendesak. (Adv)

 

Komentar

News Feed