oleh

PSBB Jawa-Bali, Dewan: Tindakan Tepat

Pati, SMJTimes.com – Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Narso mengapresiasi berlakunya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Pulau Jawa-Bali.

Program ini dikonfirmasi akan diterapkan pada 11-25 Januari 2021 mendatang dan diperkenalkan istilah baru (PPKM) pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat.

Baca juga: Dewan Minta Administrasi Pencairan Gaji Relawan Pemakaman Covid-19 Dipermudah

“PSBB Jawa-Bali ini tindakan yang tepat. Harapannya kita bisa menekan angka kasus Covid-19 di Jawa Bali,” kata Narso, Jumat (8/1/2021).

“Karena kita ketahui bersama jika Jawa-Bali sudah mengkhawatirkan dilihat dari angka hunian di rumah sakit,” imbuh Narso.

Baca juga: Pelunasan Honor Relawan Pemakaman, Dewan: Mohon Maaf Terlambat

Area PPKM Jawa Bali selanjutnya akan ditentukan oleh gubernur di masing-masing provinsi. Narso berharap kebijakan ini tak mempengaruhi produktivitas pelaku usaha.

Khususnya di sektor pertanian dan perikanan. Diketahui bahwa ketersediaan bahan pertanian di Kabupaten Pati saat ini lebih melimpah daripada musim lalu. Bila hasil pertanian itu tidak dapat didistribusikan ke luar daerah, dikhawatirkan akan mengendap di Pati.

Baca juga: Dewan Pati: Perlu Ada Rekrutmen PNS dan PPPK bagi Guru

“Kita berharap ini tidak berpengaruh drastis terhadap pelaku usaha terutama di komoditas pertanian dan perikanan,” kata Narso.

Perlu diketahui PSBB pertama kali dilakukan pada 10 April 2020 untuk memutus rantai penyebaran covid-19 di sejumlah wilayah Indonesia.

Baca juga: Dewan Pati Imbau Gema Takbir Dilaksanakan di Masjid atau Mushola Saja

Berdasarkan pengalaman, ketika pemerintah pusat penerapkan program PSBB, program ini terbukti efektif menekan kasus aktif covid-19 hingga puluhan ribu kasus.(Adv/MA/AZ/SHT).

Baca juga;

Reporter : Moh Anwar

Komentar

News Feed