oleh

Dilema Simulasi Pembelajaran Tatap Muka di Tahun 2021

Pati, SMJTimes.com – Corona Virus Desease (Covid-19) membuat semua sektor berubah total karena tuntutan improvisasi program, salah satunya di bidang pendidikan.

Untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini, sejak Maret 2020 pemerintah memutuskan untuk mengalihkan KBM tatap muka atau konvensional dengan daring.

Baca juga: Sambut KBM Tatap Muka 2021, SMPN 1 Pati Siapkan Protokoler Covid-19

Anggota Komisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Muntamah mengungkapkan, meskipun KBM daring sudah dijalankan selama 10 bulan, ia mengevaluasi metode ini masih belum mampu menggantikan KBM tatap muka.

“Komisi D, saya selalu seperti ini, pembelajaran online itu tidak seefektif pembelajaran tatap muka,” kata Politisi dari Partai PKB itu.

Baca juga: Berlangsung Sebulan, Pjs Bupati Rembang Bakal Gelar Evaluasi KBM Tatap Muka

“Karena yang namanya pendidikan bukan hanya transfer pengetahuan. Mendidik akhlak moral bangsa itu kan perlu contoh real dari guru. Sehingga harus tatap muka,” imbaunya.

Meski dilematis, Muntamah mengimbau kepada masyarakat agar mengikuti segala peraturan yang disiapkan oleh pemerintah di bidang pendidikan.

Baca juga: Gelar Simulasi Pembelajaran Tatap Muka, Pjs Bupati Rembang Pantau Kesiapan

“Tapi pandemi ini juga dilematis, kalau pendidikan dan pembelajaran itu kan lain, kalau pembelajaran memang bisa lewat online, tapi kalau pembelajaran tidak efektif,” katanya.

Barulah di awal tahun 2021 ada angin segar di dunia pendidikan. Disdikbud Pati telah mengizinkan 2 SMP Negeri di Pati untuk menggelar simulasi atau uji coba pembelajaran tatap muka.

Baca juga: Sempat Dijadwalkan Secara Tatap Muka, Matsama di MAN 2 Rembang Digelar Secara Online

“Walaupun misalnya uji coba dilakukan di lingkungan yang diperkirakan tidak berbahaya maka pembelajaran langsung itu tetap menggunakan protokol kesehatan,” kata Muntamah.

Muntamah berpesan kepada lembaga pendidikan terkait memastikan berjalannya protokol kesehatan agar lembaga pendidikan yang lain bisa menyusul.”Kalau memang ada yang uji coba ya harus benar-benar menerapkan protokol kesehatannya. Harus tetap hati-hati,” imbaunya. (Adv/MA)

Baca juga:

Reporter : Moh Anwar

Komentar

News Feed