SMJTimes.com – Rukita akan membangun 10 ribu kamar kos di kawasan TOD (Transit Oriented Development) MRT Jakarta. Dilansir dari Tribunnews (1/2), COO dan Co-Founder Rukita Sarah Seowatdy menuturkan rencana tersebut pada acara media gathering di Jakarta Barat kemarin.
Rukita merupakan perusahaan properti berbasis teknologi (PropTech) di Indonesia. Sampai saat ini, perusahaan telah mengelola 300 kamar dan 12 lokasi coliving di kawasan TOD dan stasiun MRT Jakarta. Ia mengungkapkan bahwa pekembangan tersebut relatif cepat. Setiap bulan ada 800 kamar yang dikerja-samakan. Sarah mengungkap mereka akan memasang harga terjangkau untuk sewa coliving.
Ia juga mencontohkan kamar di kawasan Menteng yang dipatok dengan harga 3,5 juta per bulan.
“Harga itu mereka sudah dapat semua layanan. Semuanya lengkap,” ujarnya.
Sarah juga mengungkapkan terkait rencananya yang akan membuka layanan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, layanan Rukita dibutuhkan di seluruh wilayah Indonesia, tidak hanya Jabodetabek.
“Pasti, pasti. Sekarang kita sudah di Semarang dan Palembang. Tentu kita pasti akan ke seluruh Indonesia,” katanya.
Dia kemudian menambahkan, “Karena ini yang membutuhkan masyarakat seluruh Indonesia. Enggak Cuma Jabodetabek. Demand-nya pasti ada dan kita sudah mulai fokuskan ke kota-kota lain.”
Belum ada kepastian mengenai kapan Rukita akan menjalankan rencana untuk membuka layanan di IKN, namun ia memastikan akan memulainya pada quarter kedua atau ketiga tahun 2023 ini. Kemungkinan Rukita Coliving akan dibangun lebih dahulu, namun belum ada informasi pasti mengenai jumlah kamar. Pihaknya akan menyebutkan jika sudah ada perusahaan properti yang sudah diajak bekerja sama.
“Kita ada banyak pemilik property di IKN yang tertarik kerja sama dengan kita,” sambungnya lagi











Komentar