Israel-Rusia Dimasukkan PBB ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memasukkan Israel dan Rusia ke dalam daftar hitam atas dugaan kekerasan seksual di zona konflik seluruh dunia, yang termuat dalam laporan terbaru beserta pendokumentasiannya.

Untuk pertama kalinya, PBB memasukkan Israel di laporan tahun ini sejak penyusunannya 15 tahun lalu. Dalam hal ini, Israel dimasukkan ke dalam daftar hitam atas dugaan kekerasan seksual beserta perlakuan buruk terhadap tahanan Palestina.

Melansir dari Kompastv, PBB mencantumkan sebanyak 77 pemerintah dan entitas non-pemerintah dalam laporannya, yang disebut bertanggung jawab atas terciptanya fenomena kekerasan seksual di zona konflik.

Kemudian, pihaknya juga menyebut terdapat pola di dalam tindak kekerasan seksual yang dilakukan oleh Israel terhadap warga Palestina yang ditahan, di mana mayoritas korban ternyata berasal dari wilayah yang diduduki, yaitu Jalur Gaza.

Sementara itu, dalam dokumentasi dan verifikasi PBB juga tercatat sejumlah 14 pria, tujuh wanita, sembilan anak laki-laki, dan satu anak perempuan di Gaza dan Tepi Barat yang menjadi korban dari tindak kekerasan seksual, dengan 13 kasus terjadi pada 2025, 18 kasus pada 2023 serta 2024.

“Pelanggaran termasuk pemerkosaan, termasuk dengan benda, pemerkosaan berkelompok, percobaan pemerkosaan, kekerasan fisik terhadap alat kelamin, penembakan ke alat kelamin, sentuhan di payudara dan alat kelamin, penelanjangan dan penggeledahan tanpa justifikasi keamanan, pemaksaan ketelanjangan, dan ancaman pemerkosaan,” demikian laporan PBB.

Di sisi lain, Duta Besar (Dubes) Israel untuk PBB, Danny Danon justru mengeluarkan kecaman berupa pihaknya yang tidak akan menjalin komunikasi selama Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres, masih menjabat.

Hal tersebut dilakukan atas anggapan laporan yang dikirimkan oleh PBB dianggap sebagai sebuah kebohongan yang tidak berdasar. (*)

Komentar