SMJTimes.com – Indonesia saat ini tercatat sebagai produsen nanas terbesar di dunia dengan produksi mencapai lebih dari 3,2 juta ton per tahun, hingga mengungguli sejumlah negara tropis lain seperti Asia, Amerika Latin dan Afrika.
Meski dominasi produksi nanas global berasal dari negara beriklim tropis, namun posisi Indonesia sebagai yang terbesar di dunia menunjukkan kuatnya sektor hortikultura nasional hingga membuka peluang besar untuk mendorong konsumsi buah bergizi di dalam negeri.
Melansir dari CNBC Indonesia, Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Ahmad Sulaeman, mengungkap fakta bahwa buah dengan nama latin Ananas comosus ini menyimpan banyak manfaat kesehatan yang ternyata belum cukup dimaksimalkan oleh masyarakat.
“Nanas sudah lama dikenal baik untuk kesehatan. Kandungan seratnya bagus untuk pencernaan,” jelas Sulaeman, dikutip Selasa (03/03/2026).
Terkait hal ini, Sulaeman menyebut jika kandungan vitamin C dalam buah nanas mampu menurunkan kadar asam urat yang ada di darah serta enzim bromelain yang bersifat antiinflamasi sehingga dapat meredakan peradangan dan nyeri sendi.
Selain itu, tingginya kandungan vitamin C juga mampu membantu meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus berfungsi sebagai antioksidan. Sementara, kandungan airnya juga mampu membantu hidrasi dan mendukung proses pembuangan asam urat melalui urin.
Salah satu kandungan yang menjadikan unggulnya buah nanas terdapat pada senyawa enzim bromelin yang dikenal memiliki sifat antiinflamasi yang mampu meredakan peradangan dan mempercepat pemulihan setelah cedera. Kandungan bromelin ini juga kerap dikaitkan dengan manfaat bagi penderita gangguan sendi dan asam urat.
“Di tengah tren gaya hidup sehat dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pangan bergizi, nanas berpeluang menjadi salah satu buah unggulan nasional yang tak hanya kuat secara produksi, tetapi juga kaya manfaat kesehatan,” pungkasnya. (*)











Komentar