Pendapatannya Turun hingga 3%, Tesla Lakukan Peralihan ke Sistem Perusahaan AI

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Sebuah perusahaan teknologi, otomotif, dan energi bersih terkemuka asal Amerika Serikat (AS) milik Elon Musk, Tesla, diketahui mencatatkan adanya penurunan pendapatan tahunan untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.

Melansir dari CNBC Indonesia, produsen kendaraan listrik tersebut melaporkan penurunan total pendapatannya yang mencapai hingga 3% pada 2025, dengan anjloknya laba sebesar 61% pada kuartal terakhir di tahun tersebut.

Diketahui, penurunan kinerja yang dialami Tesla ini terjadi seiring dengan adanya perubahan strategi bisnis yang semakin jauh dari kendaraan listrik (EV) murni. Sementara, Tesla disebut melakukan peralihan ke sistem perusahaan Artificial Intelligence (AI), robotika, dan pengembangan taksi tanpa sopir (robotaxi).

Dan oleh dari peralihan tersebut, Tesla mengumumkan pemberhentian produksi Model S dan Model X, dan dialihfungsikan menjadi tempat produksi robot humanoid Optimus yang digadang-gadang dijadikan sebagai lini bisnis masa depan perusahaan.

Namun, posisi Tesla di pasar global kendaraan listrik yang juga sedang mendapat tekanan ini menarik pendapatannya dengan sangat jauh. Pada awal 2026, sebuah produsen asal Cina, BYD, secara resmi menyalip Tesla sebagai pembuat EV terbesar di dunia berdasarkan volume penjualan.

Kemudian, Tesla juga melakukan investasi sebesar 2 miliar dolar AS ke perusahaan AI milik Elon Musk, xAI, yang diambil atas permintaan sejumlah investor, meski dalam pemungutan suara pemegang sahamnya menunjukkan lebih banyak penolakan dibanding persetujuan.

Lalu, Elon Musk juga sebelumnya telah mendapatkan persetujuan berupa paket kompensasi jumbo dengan nilai mendekati 1 triliun dolar AS, melalui cara kenaikan valuasi pasar Tesla secara signifikan dalam satu dekade ke depan. (*)

Komentar