AS Punya Sistem AI yang Dapat Deteksi dan Hancurkan hingga 50 Drone Musuh Secara Otomatis

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Kontraktor pertahanan Amerika Serikat (AS), Lockheed Martin, mengungkap adanya pengembangan sistem anti-drone generasi terbaru berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), yang dirancang untuk melakukan perburuan sekaligus penghancuran terhadap kawanan drone musuh secara otomatis.

Dalam hal ini, sistem yang bernama Sanctum itu disebut mampu melakukan pendeteksian terhadap kedatangan drone sekaligus menganalisis tingkat ancaman hingga memprediksi arah pergerakannya sebelum dicegat maupun dilumpuhkan.

“Kami memasukkan berbagai teknologi ke dalam sistem kami,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Lockheed Martin, Jim Taiclet, beberapa waktu lalu, dilansir dari Republika.

Menurutnya, teknologi tersebut secara sengaja dirancang untuk dapat menghadapi sejumlah ancaman peperangan modern yang semakin didominasi dengan penggunaan drone murah dan serangan kawanan pesawat tanpa awak.

Kemudian, sistem AI Sanctum tersebut memungkinkan adanya pertahanan udara untuk dapat bekerja lebih cepat dan efisien dalam menghadapi sejumlah target sekaligus.

“Teknologi ini pada dasarnya mampu menghancurkan rudal balistik yang mengancam rakyat, pangkalan militer, maupun sekutu kami,” jelasnya, dikutip Senin (25/05/2026).

Selain itu, Lockheed Martin juga disebut tengah melakukan pengembangan terhadap sistem bernama MORFIUS, yaitu sebuah drone pencegat yang mampu mendekati drone musuh berukuran kecil sekaligus melumpuhkannya dengan menggunakan pulsa gelombang mikro berdaya tinggi.

“Drone yang kami buat dengan bantuan AI ini memungkinkan kami menyerang hingga 50 drone berbeda dalam satu misi tanpa menembakkan senjata apa pun,” katanya. (*)

Komentar