SMJTimes.com – Kemunculan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) diketahui meningkatkan permintaan chip memori secara drastis hingga mendorong aksi pembelian komputer sepanjang 2025.
Melansir dari CNBC Indonesia, fenomena tersebut sejalan dengan kekhawatiran kelangkaan chip yang diprediksi akan menaikkan harga perangkat elektronik konsumen untuk 2026, seperti pada komputer, smartphone, hingga peralatan rumah tangga.
Perlu diketahui, chip AI berbeda dengan konvensional yang selama ini dibutuhkan untuk mengembangkan perangkat elektronik konsumen.
Ketika produsen dilaporkan memprioritaskan produksi chip pada memori tingkat tinggi (HBM) untuk melengkapi AI, proses penghasilan chip konvensional justru dikesampingkan untuk perangkat elektronik.
Hal itulah yang justru membuat harga melambung tinggi, sehingga sejumlah perangkat elektronik menghadapi dilema, yaitu memilih antara menaikkan harga jual kepada konsumen atau menekankannya sembari tidak menawarkan peningkatan hardware pada produk baru.
Selain itu, kekhawatiran juga menyasar pada kenaikan tarif masa pemerintahan Donald Trump di awal tahun 2026 hingga berakhirnya dukungan untuk Windows 10.
Melihat adanya kondisi tersebut, kemungkinan rata-rata PC yang akan hadir adalah spesifikasi lebih rendah lantaran kelangkaan chip memori. Sejumlah pabrik mulai memanfaatkan cadangan komponen yang masih ada serta menaikkan harga jual. (*)










Komentar