SMJTimes.com – Meski saat ini umat manusia hidup di era penuh tantangan dan polarisasi, pengusaha, filantropis, dan salah satu pendiri Microsoft Corporation, Bill Gates menyatakan keoptimisannya terhadap masa depan dunia.
“Kita berada di posisi yang lebih baik dibanding saat saya lahir 70 tahun lalu,” tulis Gates dalam blog-nya, dikutip dari CNBC Indonesia Selasa (13/01/2026).
Pada keyakinannya, Gates optimis jika dunia akan terus mengarah pada kebaikan dalam sepanjang dua dekade ke depan, seiring dengan percepatan inovasi yang didorong oleh adanya teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Sikap tersebut diberikan, meski berbagai sumber kekhawatiran dunia disoroi, seperti pada perubahan iklim, kesehatan global, kemiskinan, hingga disrupsi yang ditimbulkan oleh AI. Hal tersebut dilandaskan pada tiga pertanyaan besar yang akan menjadi penentu arah kemajuan dunia.
Hal pertama yang dikaitkan, seperti pada pertanyaan apakah dunia yang semakin kaya ini mampu meningkatkan kepeduliannya terhadap para penghuninya yang membutuhkan?
Karena laporan dari Gates Foundation memproyeksikan kematian anak di bawah usia lima tahun secara global mengalami peningkatan untuk pertama kalinya sepanjang 25 tahun terkahir, hingga berada pada kisaran angka 200.000 pada 2025.
Trend tersebut dikaitkan dengan adanya pemangkasan besar-besaran terhadap anggaran bantuan global yang dilakukan oleh sejumlah pemerintah negara maju, termasuk yang diterapkan langsung oleh Amerika Serikat (AS).
Kaitan kedua adalah penetapan prioritas inovasi pada dunia untuk meningkatkan kesetaraan, lantaran potensi besar yang ada dalam AI mampu mendorong terobosan pengobatan, termasuk alzheimer, kanker, malaria, hingga masalah gizi yang terjadi di negara berkembang.
Ketiga, Gates juga menyoroti cara dunia melakukan peminimalan pada dampak negatif yang dihasilkan oleh AI. Dalam hal ini, ia menyoroti dua risiko utama, yaitu penyalahgunaan AI oleh pihak jahat dan disrupsi terhadap pasar tenaga kerja.
Melihat ketiga faktor utama yang disoroti itu, kemampuan utama manusia yang dapat mengantisipasi masalah dan kepedulian terhadap sesama dapat dijalankan untuk menghadapi masa depan dunia yang berpeluang besar terhadap kemajuan nyata. (*)











Komentar