BMKG Mulai Uji Coba Alat Pendeteksi Dini Gempa

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sedang melakukan uji coba pada alat yang disebut bisa mendeteksi sebelum terjadi gempa.

Melalui sesi diskusi ‘Mitigasi Bahaya Secara Cepat Sebagai Upaya Antisipasi Dini Untuk Memahami Potensi Bahaya Gempa Bumi dan Risikonya’, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan pihaknya telah mempelajari peringatan dini gempa di China.

“Kami belajar ke sana soal peringatan gempa bumi. Kami fase eksperimen dengan China,” ucapnya, dikutip dari CNN Indonesia (2/3).

Mereka juga melakukan eksperimen dengan memasang alat di 250 titik untuk menguji coba teknologi yang nantinya akan memberi peringatan dini apabila terjadi gempa. Jika berhasil, teknologi tersebut akan memberi peringatan 10-15 detik sebelum kejadian.

“Mudah-mudahan teknologi bisa disiapkan. Sehingga 10-15 detik sebelum gempa, bisa ada perintah dari SMS, sehingga ada waktu untuk warga lari keluar rumah,” tuturnya.

Sebelumnya, sejumlah pakar menyebut belum ada teknologi yang bisa memprediksi gempa dengan tepat.

Namun, Kepala bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada satu satu pun teknologi yang mampu memprediksi gempa dengan tepat dan akurat. Belum ada alat yang bisa mengetahui tentang kapan, di mana, dan berapa besar kekuatan gempa akan terjadi.

Daryono sebelumnya pernah mengungkapkan tentang gas radon dan air tanah yang bisa memprediksi terjadinya gempa, seperti yang dilakukan pakar dari UGM. Kendati demikian, eksperimen tersebut dinilai belum lengkap karena belum terintegrasi dengan faktor gejala lainnya.

“prediksi gempa hny gunakan gas radon dan air tanah saja, spt mempridiksi orang covid19 hny dg ukur suhu sj. Sbaiknya terintegrasi dgn magnet bumi, TEC, suhu, air tanah, tilt meter, strain meter pd tempat sama. Yg lengkap alatnya sj blm konsisten hasilnya, kita blm brani publis,” kicaunya di akun Twitter.

Sementara itu, Martijn van den Ende, sorang Seismolog mengingatkan masyarakat dunia agar tidak mempercayai ramalan gempa yang sempat dilontarkan akun penggemar teori konspirasi dalam kasus gempa Turki.

Dia menerangkan bahwa sampai saat ini, gempa belum bisa diprediksi dengan metode ilmiah.

Setiap orang yang membaca ‘prediksi’ ini, mohon jangan dipercaya. Gempa bumi tidak dipicu oleh penyelarasan planet dan tidak ada metode ilmiah untuk memprediksi gempa bumi. Mohon berkonsultasi dengan seismolog asli jika Anda memiliki pertanyaan,” tulisnya.

Komentar