SMJTimes.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Republik Indonesia (BMKG RI) merilis prakiraan cuaca terkait potensi sebaran pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) periode 29 Juni – 5 Juli 2026 di wilayah Indonesia.
Potensi sebaran tersebut terlihat dari pembagian persentase cakupan spasial maksimum awan Cumulonimbus pada tiga kategori utama yang divisualisasikan menggunakan indikator warna biru muda, ungu, dan hijau.
Dalam hal ini, ketiga kategori tersebut meliputi Isolated CB (ISOL) untuk cakupan area kurang dari 50 persen, Occasional CB (OCNL) dengan cakupan 50-75 persen, serta Frequent CB (FRQ) yang tercatat cakupan spasial tertinggi, yaitu melebihi 75 persen.
Melansir dari Kompastv, hasil analisis atmosfer untuk periode 29 Juni – 5 Juli 2026, memperlihatkan bahwa satu wilayah daratan provinsi dan dua perairan samudra yang berpotensi masuk kategori FRQ, meliputi Provinsi Kalimantan Tengah, Samudra Hindia barat Bengkulu dan Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya.
Kemudian, sebaran pertumbuhan awan Cumulonimbus untuk kategori OCNL diprediksi terjadi di sejumlah wilayah daratan, perairan laut, selat, hingga samudra.
Untuk wilayah daratan terjadi di Provinsi Aceh, Bengkulu, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.
Lalu untuk wilayah perairan laut dan selat terlihat di Laut Banda, Jawa bagian barat, Natuna Utara, Seram, Sulawesi bagian tengah, Sulawesi bagian timur, Selat Karimata bagian selatan, Karimata bagian utara, Makassar bagian tengah, Makassar bagian utara, Malaka bagian tengah, serta Malaka bagian utara.
Terakhir, untuk wilayah samudra tercatat meliputi Samudra Hindia barat Aceh, Hindia barat Bengkulu, Hindia barat Kep. Mentawai, Hindia barat Kep. Nias, Hindia barat Lampung, Hindia selatan Banten, Pasifik utara Maluku, Pasifik utara Papua, serta Pasifik utara Papua Barat Daya. (*)











Komentar