SMJTimes.com – Badai PHK yang dilakukan oleh perusahaan di tahun 2023 ini masih berlanjut. Match Group, Inc yang merupakan induk perusahaan teknologi Tinder umumkan adanya PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) karyawannya. Bisnis yang bergerak di bidang kencan online ini memangkas 8 persen karyawannya pada Rabu (1/2).
Bersumber dari Tribunnews (2/2), Chief Financial Officer Tinder, Gary Swidler menjelaskan bahwa PHK ini akan menargetkan para pekerja di kantor Tinder yang berpusat di Texas Amerika. Dalam siaran persnya itu, Swidler menjelaskan bahwa sejumlah kantor cabang Tinder yang berada di berbagai belahan dunia juga akan memangkas sebagian karyawan dalam waktu dekat.
Pemecatan ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perusahaan. Hal ini dilakukan untuk menekan biaya operasi serta membantu meningkatkan margin pada paruh kedua tahun ini. Selama bulan pertama di tahun 2023 ini, Tinder mencatat penurunan tajam pada sahamnya di Wall Street sebesar 7 persen. Angka tersebut menjadi kerugian Tinder setelah pada periode sebelumnya saham perusahaan turun 11 persen hingga membuat pendapatan menurun drastis akibat tekanan di pasar ekonomi global.
Para karyawan yang terdampak akan mendapatkan sejumlah pesangon dan insentif. Tak disebutkan berapa nominal bonusnya. Namun, bersumber dari Reuters, Tinder telah menyiapkan dana mencapai 6 juta dolar AS atau setara 88 juta rupiah.
PHK oleh Tinder ini semakin menandakan bahwa industry teknologi di America sedang mengalami kemerosotan. Dalam sebulan terakhir sejumlah perusahaan teknologi AS lainnya telah melakukan PHK hampir di 44.000 posisi karyawan. Beberapa diantaranya adalah Microsoft yang memangkas 10.000 karyawan dari divisi teknik, ShareChat yang mengumumkan PHK pada 400 karyawan, dan Amazon yang melakukan PHK pada 18.000 staff di berbagai divisi. Selain itu, Spotify, IBM, dan Verily yang merupakan anak perusahaan Google juga turut melalukan PHK pada sejumlah karyawannya.











Komentar