oleh

Harga Daging Sapi di Rembang Tak Goyah Meski PMK Melanda

Rembang, SMJTimes.com – Isu Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi yang merebak dalam beberapa hari terakhir tidak mempengaruhi harga daging sapi lokal di Kabupaten Rembang.

Puji Harini selaku Sub Koordinator Pengawas dan Pengendalian Distribusi Perdagangan pada kantor Dindagkop UKM Kabupaten Rembang mengatakan harga daging sapi di pasaran saat ini masih berkisar Rp120-130 ribu per kilogram.

Harga ini bertahan sejak hari raya Idul Fitri 2022 dua pekan lalu. Stabilnya harga tersebut membuktikan bahwa minat masyarakat untuk membeli daging masih tinggi.

Harga Daging Sapi di Rembang Tak Goyah Meski PMK Melanda

“Untuk harga daging masih berkisar Rp120-130 ribu kualitas 1-2. Sejak bulan Ramadan emang sudah menetap Rp130 ribu. Ada perbedaan tapi paling Rp10 ribuan,” ujarnya saat diwawancara SMJTimes.com, Selasa (17/5/2022).

Baca Juga :   Guru Agama Rembang Terima Bantuan BPJS Ketenagakerjaan

Lanjut dia, isu tentang PMK pada sapi belum ramai di Rembang. Meski demikian, sejumlah langkah preventif sudah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang agar penyakit ternak ini tak mempengaruhi perputaran ekonomi masyarakat.

Sebelumnya, jajaran Forkopimda telah melakukan sidak ke pasar hewan untuk memantau penyebaran virus PMK di lokasi strategis.

Hasil sidak akan digunakan sebagai acuan untuk menyusun langkah-langkah antisipasi penyebaran virus dan stabilitas harga.

“Ini kalau untuk PMK dari saat ini kita anggap masalah baru. Dan baru dengar hari ini PMK baru disidak hari ini. Apakah disidak mempengaruhi harga belum bisa mengabarkan. Kalau di grup belum bisa ditentukan,” katanya.

Dindagkop UKM Rembang juga akan mengadakan rapat internal untuk mengantisipasi anjloknya harga daging sapi.

Baca Juga :   DPUTARU Rembang Tanam 10 Pohon Pengganti Akibat Pelebaran Jalan

“Dari (bidang) perekonomian, pasar dan perdagangan, kita nanti akan susun langkah ke depan. setelah isu ini kita duduk bareng dengan perekonomian apakah operasi pasar terkait PMK atau bagaimana. Kita juga melibatkan jejaring seperti peternak dan pedagang,” tandas dia. (*)

Komentar