oleh

Tahun Depan, BUMD Pati Dapat Suntikan Modal

Pati, SMJTimes.com– Dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Pati akan mendapatkan suntikan modal pada tahun 2022 mendatang. Total suntikan modal itu sebesar Rp 6,4 miliar.

Kejelasan suntikan modal ini dibahas dalam Rapat Paripurna di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Sabtu (13/11/2021).

“Hari ini rapat paripurna tindak lanjut rapat paripurna yang lalu tentang penyertaan modal. Untuk APBD tahun 2022 Pemkab Pati menyertakan modal sebanyak 6,4 miliar,” ungkap Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin selepas memimpin rapat paripurna.

Penyertaan modal ini untuk dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pertama BPR Kabupaten Pati dan kedua kepada PDAM Tirta Bening Kabupaten Pati. Dengan rincian PDAM mendapatkan penyertaan modal Rp 4,4 miliar dan BPR Rp 2 miliar.

Baca Juga :   Rencana Normalisasi Silugonggo, Dewan Pati Komitmen Kawal

Ali pun berharap penyertaan modal ini bermanfaat untuk Pemkab Pati. BPR bisa membantu UMKM dengan mempermudah pinjaman kepada UMKM. Terlebih pada masa pandemi Covid-19 ini mereka terdampak.

“Semoga bisa membantu pertumbuhan ekonomi usaha kecil,” kata Ali.

Kemudian untuk PDAM dapat meningkatkan kinerjanya dalam hal melayani masyarakat memenuhi air bersih untuk kebutuhan rumah tangga. Ia juga berharap kedua BUMD ini memberikan masukan kas daerah.

“Kalau kita menanamkan modal ada devidennya. Selama ini ada deviden nya baik dari Bank Jateng, BPR maupun PDAM. Kisaran ada tetapi tetap tiap tahun dilaporkan,” tandas Ali.

Sebaliknya, tiga BUMD Kabupaten Pati mendapatkan penyertaan modal sebesar Rp 19,9 miliar pada tahun 2021 ini. Dengan rincian BPR Pati mendapatkan penyertaan modal sebesar Rp 4 miliar, Bank Jateng yang akan mendapatkan suntikan sebesar Rp 9,965 miliar dan PDAM Tirta Bening rencananya dialokasikan sebesar Rp 6 miliar.

Baca Juga :   Sarbumusi Pati Siap Tangkal Paham Radikal Buruh

Namun, alokasi dana yang rencananya digelontorkan pada tahun ini batal. Pembatalan ini dilakukan untuk penanganan Covid-19.  Dana penyerahan modal dialihkan untuk insentif tenaga kesehatan (nakes).

“Untuk Bank Jateng belum ada penyertaan modal tahun 2021 dan 2022,” pungkasnya. (*)

Komentar

News Feed