oleh

Lasem Heritage Foundation Gelar Pameran Cerita Nyah Lasem

Rembang, SMJTimes.com – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 di Kabupaten Rembang membawa kabar baik bagi para seniman. Hal tersebut dimanfaatkan oleh Lasem Heritage Foundation untuk menggelar acara Pameran Cerita Nyah Lasem.

Pameran Cerita Nyah Lasem kini tengah diselenggarakan di Museum Nyah Lasem dan Rumah Pabrik Tegel. Pameran diselenggarakan selama seminggu, sejak tanggal 8 hingga 14 November 2021.

Pameran yang diselenggarakan secara hibrid tersebut mempertemukan seniman lokal Lasem dengan seniman yang berasal dari luar wilayah Rembang. Salah satunya adalah FX Harsono.

Dalam penampilannya, FX Harsono mempersembahkan video sebagai pemantik diskusi tentang Ketegangan Identitas dan Dinamika Politik.

“Ada 10 seniman yang berasal dari Lasem, dan juga 5 seniman yang berasal dari luar wilayah Rembang. Pameran ini mengangkat isu peranakan, identitas, dan memori kolektif,” ujar Yulia selaku Ketua Panitia, Jum’at (12/11/2021)

Baca Juga :   Pecah Telor! BPNT di Rembang Bakal Disalurkan Mulai Besok

Lasem Heritage Foundation Gelar Pameran Cerita Nyah Lasem

 Yulia mengatakan, Lasem merupakan tempat berbagai kebudayaan. Gagasan ini menjadi hal yang menarik dalam beragam metamor visual seperti desain, film, maupun pertunjukan.

Sementara itu, salah satu seniman asal Lasem lainnya yaitu Sahid atau akrab dipanggil Pino menampilkan hasil karyanya berupa lukisan.

Lukisan tersebut menceritakan tentang masyarakat Lasem yang berasal dari banyak etnis dan menjunjung toleransi yang tinggi sehingga sehingga terdapat berbagai akulturasi budaya.

“Orang Tionghoa itu punya filsafat, di mana kaki dipijak, di situlah negaraku dan di situlah kebudayaanku. Ini sangat bagus sekali dan dapat dimaknai sebagai akulturasi budaya di Lasem,” ungkap Pino di acara pameran tersebut.

Pada pameran tersebut, pengunjung bisa menikmati indahnya karya seni yang berlokasi di Museum Nyah Lasem dan Rumah Pabrik Tegel dari pukul 09.00 hingga pukul 16.00 WIB.

Baca Juga :   Harga LPG Non Subsidi di Rembang Masih Tinggi

Untuk mengunjungi tempat pameran, para pengunjung harus mematuhi protokol kesehatan yang ketat, seperti memakai masker dan menjaga jarak sebagai syarat memasuki ruang pameran. (*)

 

Komentar

News Feed