oleh

Dinindagkop UKM Rembang Berharap Ada Galeri Batik Lasem Dalam Proyek Penataan Kota Pusaka Lasem

Rembang, SMJTimes.com– Dinindagkom UKM Rembang berharap ada galeri Batik Lasem di Penataan Kota Pusaka Lasem. Galeri tersebut nantinya diisi oleh pelaku usaha batik lasem.

Proyek Penataan Kota Pusaka Lasem, Kabupaten Rembang terus berjalan hingga hari ini, Jum’at (05/11). Proyek tersebut merupakan agenda dari Pemerintah Daerah Kabupaten Rembang.

Salah satu fokus penataan Kota Pusaka tersebut adalah area pertokoan di depan Masjid Jami’ Lasem. Area pertokoan tersebut nantinya akan digunakan kembali oleh para pemilik usaha yang sebelumnya berada di tempat relokasi.

Dinindagkop UKM Rembang menyambut baik program penataan Kota Pusaka Lasem tersebut. Aksanudin selaku Kepala Dinindagkop UKM Rembang berharap, di dalam area pertokoan tersebut disediakan ruang bagi para pelaku usaha batik lasem.

Baca Juga :   Peringati Hari Santri, Bupati Rembang Ingatkan Resolusi Jihad

Dinindagkop_UKM_Rembang_Berharap_Ada_Galeri_Batik_Lasem_Dalam_Proyek

“Proyek penataan Kota Pusaka di Lasem ini menjadi peluang yang sangat baik ke depannya. Saya berharap nantinya akan ada satu tempat entah di lantai berapa itu ya, untuk UMKM batik lasem kita” kata Akhsanudin saat ditemui di kantornya.

Batik lasem merupakan salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga bagi Kabupaten Rembang. Mengingat coraknya yang sangat khas dengan proses pembuatan yang tidak mudah, membuat batik lasem memiliki tempat tersendiri di hati wisatawan.

Proyek penataan Kota Pusaka Lasem nantinya diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisata terutama dari masyarakat luar Kabupaten Rembang. Sehingga area depan Masjid Jami’ akan menjadi pusat pemberhentian para pengunjung ke depannya.

Baca Juga :   Dipengaruhi Unsur Magic, Istri Tega Selingkuh dengan Polisi di Pati saat Suami ke Jepang

Dengan adanya potensi baru tersebut, dapat mengangkat kembali batik lasem yang pasarannya menurun akibat pandemi. Padahal pelaku usaha tersebut juga mempunyai pekerja lain yang membutuhkan penghasilan.

“Iya, memang pandemi begini kan event seperti pameran untuk sementara ditiadakan. Nah karena hal itu, pasaran untuk batik lasem jadi menurun. Padahal mereka buat batiknya kan tidak hanya satu pekerja tapi pasti ada pekerja yang lain.” Ungkap  Akhsanudin.

Dengan adanya tempat khusus untuk Galeri Batik Lasem di tengah pertokoan Kota Pusaka Lasem nantinya, hal tersebut tentu akan mengangkat pasaran batik lasem kembali. Sehingga pelaku usaha bisa mendapatkan konsumen mereka. (*)

Komentar

News Feed