oleh

Pengidap TBC di Rembang Turun Drastis

Rembang, SMJTimes.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang menyebut, tahun 2020 target Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tuberkulosis (TBC) ditarget 100 persen. Sedangkan Kabupaten Rembang pada tahun lalu hanya mendapatkan 40 persen.

Menurut Kepala Dinkes Kabupaten Rembang, dr. Ali Syofi’i melalui Pengelola Program TBC Sucipto mengatakan, hingga September 2021 pengidap TBC di Rembang baru 18 persen.

“Di Kabupaten Rembang sendiri pada tahun ini sampai bulan September baru 18 persen. Kan termasuk turun drastis, tahun kemarin 40 persen, sekarang 18 persen walaupun belum sampai akhir tahun,” kata Sucipto.

Pengidap TBC di Rembang Turun Drastis

Kemudian, jika dilihat dari tingkat Jawa Tengah, Kabupaten Rembang ada di posisi 17 dari 29 Kabupaten dan 6 Kota yang ada di Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga :   21 Motif Batik Lasem Resmi Dapatkan Hak Cipta dari Kemenkumham

“Kita berada di tengah-tengah, semuanya mengalami penurunan angka pengidap TBC,” ungkapnya kepada SMJTimes.com saat ditemui di kantornya, Selasa (26/10/2021).

Menurutnya, angka pengidap TBC turun karena adanya pandemi Covid-19. Sehingga pihaknya hanya menemukan orang yang mengidap TBC di Puskesmas.

“Kita kalau suspek TBC ada dua yaitu ada yang aktif dan pasif. Jadi saat pandemi seperti sekarang ini orang-orang tidak boleh kemana-mana, otomatis penemuan kita secara pasif yakni hanya di Puskesmas,” jelasnya.

Dia menambahkan, sebelum adanya pandemi Covid-19, terdapat penemuan secara aktif. Sehingga pihaknya turun ke desa-desa untuk cari suspeknya.

“Rata-rata setelah pandemi dari masyarakat ada yang takut untuk diambil dahaknya karena takut nanti akan di Covid kan, padahal mau diperiksa buat TBC,” pungkasnya. (*)

Baca Juga :   Jamaah Salat Jumat di Masjid Jami Lasem Wajib Patuhi Prokes

Komentar

News Feed