oleh

Menjelang Iduladha, Dintanpan Rembang Susun SOP Penyembelihan Kurban

Rembang, SMJTimes.com – Mendekati hari raya Iduladha, bagian Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang sedang menyusun SOP. Persiapan ini guna mengatasi penyembelihan maupun pembagian daging kurban di tengah pandemi.

Melalui Idham Rachmati, kepala bagian Perternakan dan Keswan mengatakan bahwa penyusunan tersebut bertujuan agar pelaksaan hari raya tahun ini memenuhi Prokes. Mengingat angka kasus covid-19 di Rembang cukup beresiko tinggi.

“Kita baru nyusun SOP pandemi ini. Bagaimana kita tetap melaksanakan korban tapi tetap menggunakan prokes,” ungkapnya pada Senin (21/6/21) melalui sambungan telepon

Meski masih dalam proses penyusunan lebih lanjut, ia menyebutkan aturan masih tidak jauh berbeda dengan tahun kemarin.

Baca Juga :   Bersiap Vaksinasi, Bupati Rembang Imbau Tidak Termakan Kabar Bohong

Diantaranya adalah aturan seperti jaga-jarak, penggunaan masker dalam pelaksanaannya maupun pemeriksaan hewan paska sembelih dan sebelum disembelih akan tetap ada pada tahun ini.

“Kita masih diskusikan. Tapi Timnya tetap sama. Dokter hewan tetap dibagi dibeberapa kecamatan,” ujarnya

Meski telah diatur oleh dinas pada tahun lalu, terkait pelaksaan hari raya korban di tengah pandemi, namun pada tahun lalu, Idham mengakui belum sepenuhnya berjalan baik.

Ia masih melihat sejumlah masyarakat yang bergerombol, maupun tidak memakai prokes seperti yang diharapkan.

Sehingga Idham berharap, dalam pelaksanaan tahun ini pengawasan juga melibatkan sejumlah aparat, seperti Bhabinsa maupun pihak kepolisian.

Bahkan lebih lanjut ia mengatakan, peraturan yang ada juga melibatkan SE bupati untuk mengatur hal tersebut.

Baca Juga :   Harga Kedelai di Rembang Melonjak Naik di Masa Ramadan

“Harus melibatkan Bhabinsa atau bagaimana. Yang penting kita membuat draf lebih dulu. Kita selesaikan lagi sama pimpinan apakah perlu melibatkan pemerintahkan atau pakai surat edaran bupati kalau perlu,” Usulnya

Hal ini berbeda dengan tahun lalu, dimana peraturan pelaksanaan korban hanya di serahkan oleh masing-masing. Namun menurut Idham masih belum berjalan maksimal, mulai dari pembagian daging maupun dari pengaturan yang nonton.

“Kalau dulu kita sarankan door to door. Tapi masing-masing diserahkan ke panitia korbannya itu. Tapi sama saja, belum ada perubahan. Terus masih ada yang nonton, itu yang susah dikendalikan,” pungkasnya. (Adv)

 

Komentar

News Feed