oleh

Perlukah Mengganti Air Rebusan Mi Instan?

SMJTimes.com – Cara unik sebagian orang lakukan dalam memasak mi instan. Salah satunya adalah mengganti air bekas rebusan mi untuk membuat mi kuah.

Sebagian orang menganggap air bekas rebusan dinilai tak sehat lantaran mengandung zat kimia yang bisa membahayakan kesehatan. Lantas benarkah demikian? Apa yang terkandung dalam air rebusan mi?

Air rebusan mi instan cenderung berwarna keruh setelah dimasak. Warna tersebut dihasilkan dari mie instan yang umumnya berwarna kuning.

Warna air yang berubah setelah dimasak bersama mi instan tidak membahayakan dan bisa langsung dikonsumsi bersama mi instan.

Menurut Dokter dan Ahli Gizi Masyarakat DR.dr. Tan Shot Yen, M. Hum. Seperti melansir Kompas.com, semua isi yang sudah masuk dalam kemasan makanan dan teregister BPOM artinya sudah aman dan higienis menurut standar.

Baca Juga :   Cegah Lemak Menumpuk di Perut, Hindari Jenis Makanan Ini

Tak  ada aturan khusus untuk mengganti air rebusan mi instan. Mengganti air rebusan atau tidaknya, bisa mengikuti petunjuk masak yang tercantum dalam kemasan.

Justru sebaliknya, air rebusan mi dinilai mengandung nutrisi penting yang diperoleh dari mi yang sudah melalui proses pemasakan.

Terdapat garam dan vitamin dalam air rebusan mi instan yang larut saat mie dipanaskan atau dimasak.

Tak hanya itu, membuang air rebusan mie instan justru bisa mengurangi cita rasa mie itu sendiri.

Mi instan merupakan produk ultra proses yang dapat memicu beragam risiko kesehatan jika dikonsumsi tanpa adanya pengetahuan nilai gizi. Pasalnya, mi instan yang praktis dan ekonomis sangat mudah didapat masyarakat disaat lapar melanda.

Baca Juga :   Ketahui Manfaat Air Ketumbar, Menjaga Kesehatan Kulit Hingga Rambut

Bak dua mata pisau, mie instan juga bisa menjadi penyebab masalah kesehatan serius, seperti obesitashingga gangguan gizi utama pada tumbuh kembang anak.

Tidak ada takaran pasti seberapa banyak mi instan yang bisa dikonsumsi oleh satu orang pada jangka waktu tertentu. Tan menuturkan bahwa sedikit banyaknya jumlah mi instan yang bisa dikonsumsi tergantung pada derajat sensitivitas dan kecanduan seseorang.

Celakanya, orang tidak tahu saat masalah itu datang karena kerap tidak bergejala seperti hipertensi hingga gangguan gizi. Sebab, mi instannya itu tidak mencukupi kebutuhan gizi harian.

Komentar

News Feed