oleh

Kisah Pelaku Maksiat yang Meninggal Khusnul Khotimah

SMJTimes.com – Allah SWT pernah meminta Nabi Musa untuk mengurus jenazah pria yang pernah melakukan maksiat ketika hidup. Jenazah tersebut pun berakhir baik dan khusnul khotimah atas izin Allah SWT.

Berdasarkan riwayat hadits dalam Kitab Ushfuriyah karya Syekh Muhammad bin Abu Bakar al-Ushfuri, Nabi Musa AS diberikan wahyu untuk mengurus jenazah yang dibuang ke sampah.

“Wahai Musa, di suatu perkampungan, ada seorang lelaki mati di pembuangan sampah. Ia adalah salah satu di antara kekasihku. Namun, para tetangganya tidak mau memandikan, mengafani, dan menguburkannya. Karena itu, pergilah, mandikan, kafani, salati, dan kuburkanlah sewajarnya,”

Nabi Musa pun mencari jenazah tersebut dan bertanya kepada warga setempat. Para warga mengabarkan bahwa sang jenazah telah dibuang ke tempat pembuangan sampah, tidak lupa warga menceritakan kisah jenazah saat hidup.

Baca Juga :   Posko Mudik di Pati Tahun 2022

Nabi Musa yang mendengar cerita warga tersebut, melakukan munajat kepada Allah SWT.

“Tuhanku, Engkau memerintahkanku untuk menguburkannya dan mensalatinya. Padahal, orang-orang menyaksikan keburukannya. Engkau lebih tahu daripada mereka tentang pujian dan cercaan,”

Allah yang mendengar munajat dari Nabi Musa tersebut, kembali mengirimkan wahyu yang membenarkan adanya informasi berkenaan dengan perilaku buruk jenazah. Allah kemudian menjelaskan amalan terakhir yang dilakukan oleh jenazah sebelum meninggal dunia.

Dilansir dari Detik Edukasi, jenazah sebelumnya meminta ampun kepada Allah dan meminjatkan tiga doa pada hari-hari terakhirnya.

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya Engkau mengetahui perbuatan-perbuatan maksiatku yang sebenarnya juga aku benci dalam hati. Namun, ada tiga hal berkumpul bersamaku sehingga aku melakukan perbuatan maksiat yang sebenarnya aku benci dalam hati itu yaitu, hawa nafsu, teman yang buruk, dan iblis. Karena itu, amunilah aku.”

Baca Juga :   DPRD Pati Minta Pemkab Kawal Minyak Goreng Satu Harga

Sang lelaki menyebut dirinya semasa hidup ada di lingkungan orang fasik, ia juga mengaku senang berada dilingkungan orang sholeh.

Komentar