oleh

PMI Jateng : Permintaan Plasma Konvalesen Meningkat

Pati, SMJTimes.com – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah (Jateng) Imam Triyanto mengungkapkan seiring terus bertambahnya pasien positif Covid-19, permintaan plasma konvalesen mengalami peningkatan di Jawa Tengah.

Imam mengungkapkan selama beberapa minggu terakhir ini banyak permintaan plasma konvelesen kepada PMI. Padahal penyedia plasma konvelesen tidak hanya dari PMI.

Baca juga : PMI Rembang Bekerjasama dengan Trembes Sosialita Gelar Acara Donor Darah

“Minggu-minggu terakhir ini saya direpotkan, karena tahunya plasma itu dari PMI, permintaan-permintaan plasma yang dari teman-teman yang kenal itu menghubungi ‘nyuwun ini saudara saya sakit’,” ungkap Imam saat menghadiri Pelantikan Pengurus PMI Kabupaten Pati di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (30/12/2020).

Tingginya permintaan ini lantaran plasma konvelesen penyintas Covid-19 diyakini dapat mempercepat kesembuhan pasien positif Covid-19 yang sedang berjuang melawan penyakit yang menyerang sistem pernapasan ini.

Baca juga : Tak Bisa Sembarang, Berikut Syarat Donor Plasma Darah

Maka dari itu, ia mendorong PMI Kabupaten Pati untuk membentuk Surveyor Penyintas Plasma Konvelesen agar para penyintas Covid-19 mau mendonorkan plasma darahnya.

“Kalau sudah dibentuk itu nanti akan menjadi sesuatu. Karena kenyataan yang sudah-sudah, mereka yang mendapatkan donor plasma konvelesen bisa sembuh seperti sedia kala,” tuturnya.

Baca juga : Dinkes Diminta Proaktif dalam Mencegah Penyebaran Covid-19 di Ponpes

Para penyintas juga diharapkan mau mendonorkan plasma darahnya agar para pasien positif Covid-19 yang tengah berjuang dapat segera sembuh dan pandemi Covid-19 cepat berlalu.

Ada beberapa persyarakat atau kriteria yang harus dipenuhi untuk mendonorkan plasma darah ini. Di antaranya, membawa bukti pemeriksaan swab yang positif dan bukti pemeriksaan swab terakhir yang dinyatakan negatif dan berusia antara 18 hingga 60 tahun.

Baca juga : Akibat Pandemi, Kegiatan Donor Darah Sempat Terhenti

“Kemudian diutamakan lelaki atau wanita yang belum pernah hamil. Kalau hamil harus menyertakan bukti tes antibodi anti-HLA/HPA/HNA negatif,” tutur Juru Bicara Unit Donor Darah (UDD) PMI Pati Syafaati saat ditemui Mitrapost.com di kantornya, beberapa waktu lalu. (*)

Baca juga :

Reporter: Umar Hanafi

Komentar

News Feed