oleh

Himpun Barang Bekas, Sulap Sampah Jadi Berkah

Pati, SMJTimes.com – Sulitnya mengelola sampah rumah rumah tangga dan terbatasnya TPA di Pati mendorong para warga Desa Juwanalan Rt2 Rw 5 Kelurahan Pati Kidul Kecamatan Pati Kota mendirikan bank sampah Sumber Berkah.

Dirintis sejak tahun 2014 oleh Ketua Rt setempat, Saputro. Pihaknya bergerilya mengumpulkan sampah atau barang bekas yang masih layak dijual. Barulah pada tahun 2015 bank sampah tersebut diresmikan setelah lolos prosedural dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pati.

Baca juga: Video : Wujud Kepedulian Polri, Polres Blora Bagikan Beras ke Warga

“Bapak RT yang lama Pak Saputro merintis mendatangi rumah-rumah, pertemuan PKK cari sampah kardus, kertas, kompor bekas ember amoh. Pokoknya yang laku dijual. Itu tahun 2014,” ungkap Cucuk, Direktur Bank Sampah Sumber Berkah, Sabtu (3/10/2020).

Satu tahun berjalan, bank sampah Sumber Berkah sudah memiliki tim kepengurusan dengan kegiatan yang cukup aktif.

Dengan bekal tersebut kemudian mengajukan ke notaris agar eksistensinya memiliki payung hukum. Baru selanjutnya pihak pengurus mengajukan proposal ke Dinas Lingkungan Hidup hingga akhirnya diresmikan pada tahun 2015.

Baca juga: Kesal Minta Cerai, Pria Habisi Nyawa Istri dan Anak Tiri

Tak hanya mengelola sampah rumah tangga, program ini juga memberi nilai ekonomi masyarakat atau nasabah. Para nasabah atau penabung sampah akan menerima profit uang dari setiap sampah yang mereka setorkan ke bank sampah.

Cucuk menjelaskan, setiap nasabah akan diberikan buku tabungan khusus berisi rincian jenis sampah dan uang yang berhak diterima.

“Uangnya kembali ke nasabah. Istilahnya nabung sampah, biasanya diambil setahun sekali saat lebaran,” terang Cucuk.

Baca juga: Kehadiran Pandemi Membawa Angin Segar Bagi Lingkungan

Rini, bendahara bank sampah menambahkan dalam sebulan Sumber Berkah mampu mengumpulkan setidaknya 500 kilogram sampah. Kemudian sampah yang terkumpul dijual ke Bank Sampah Induk (BSI) Kabupaten Pati dan sebagian dijadikan barang kerajinan.

“Sampahnya yang bisa dijual ke BSI ada ketentuannya. Misalnya diplek, kardus, dan jelantah. Nanti kita pilah lalu diambil oleh pengepul,” kata Rini.

Saat ini nasabah Bank Sampah Sumber Berkah sudah mencapai 110 orang. Bukan hanya dari lokal Kelurahan Pati Kidul, melainkan sudah merambah hingga luar kecamatan.

Baca juga: Kehadiran Pandemi Membawa Angin Segar Bagi Lingkungan

Cucuk, Direktur Bank Sampah Sumber Berkah, menekankan akan berkomitmen dan konsisten mengelola bank sampah serta mengurangi penumpukan sampah di Kabupaten Pati.

“Karena kita dibantu bangunan sama DLH, kita berusaha terus menghidupi bank sampah dan mau maksimal membantu DLH mengelola sampah di masyarakat,” pungkas Cucuk. (*)

Baca juga:

Reporter: Moh. Anwar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *