oleh

Gugus Tugas Ungkap APD di Kabupaten Pati Masih Mencukupi Untuk Tenaga Medis

Pati, Smjtimes.com – Seorang perawat di salah satu rumah sakit di Kabupaten Pati, beberapa waktu lalu mengaku membeli Alat Pelindung Diri (APD) dengan dana pribadinya, karena menurut pengakuannya APD di tempatnya Ia bekerja terbatas.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Pati, Suharyono, ketika dimintai tanggapan oleh Mitrapost.com terkait hal ini menilai tenaga medis itu berbohong. APD di Kabupaten Pati masih mencukupi untuk tenaga medis, bahkan kelebihan.

“Ndak ada itu, kita APD Sampai turah-turah kok. Itu berbohong, turah-turah APD kita,” ujar Suharyono saat ditemui Mitrapost.com di Pendopo Kabupaten Pati, belum lama ini.

Baca juga : Pilkada Kembali Diundur, KPU Rembang Tetap Jalan Sesuai PKPU

Namun, Ia tidak membantah apabila kejadian itu terjadi pada awal-awal masa pandemi Covid-19 atau di bulan Maret lalu. “Kalau pertama kali mungkin iya, karena kesulitan (mencari) karena harga APD sampai satu juta kok. Akhirnya saat ini turah-turah kok APD-nya,” lanjut Suharyono.

Ketika ditanya berapa banyak APD di Kabupaten Pati saat ini, Ia tidak dapat menjawab secara pasti. “Untuk detailnya saya kurang tahu. Tapi dari dana Korpri ada 8 ribuan APD, juga ada bantuan dari Pemerintah Pusat, dari Pemerintah Provinsi juga dan juga dari Jogo Tonggo ada yang bantu. Kemarin, Pak Edi (Kadiskes) bilang dua tronton kok,” tuturnya.

Kerena banyaknya APD di Kabupaten Pati ini, Ia menilai tidak mungkin ada tenaga kesehatan beli APD sendiri dengan uang pribadi.

“Ndak mungkin perawat membeli sendiri. Mungkin dulu awal-awal atau kadang ada yang mau tracking, tapi takut dan ndak mau alasannya APD-nya ndak ada. Padahal ada,” tandasnya (*)

Baca juga : 

 

Redaktur : Dwifa Okta

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *