oleh

Dulu Pemkab Janjikan Rapid Test ke Puluhan Ribu Santri, Kini: Kami Tak Sanggup

Pati, Smjtimes.com – Rapid test atau uji cepat pemeriksaan awal Coronavirus Disease (Covid-19) di pondok pesantren (Ponpes) diprediksi akan menelan anggaran yang sangat besar apabila terselenggara.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pati Suharyono memprediksi rapid test untuk santri memakan biaya hingga Rp12 miliar. Karena menelan biaya yang tidak sedikit, pihaknya tidak sanggup melakukan rapid test kepada semua santri di Kabupaten Pati.

“Santri saja kalau di-rapid (test) memakan anggaran sekitar Rp12 miliar kog. Kalau semua (santri di-rapid test) ya anggarannya ndak kuat,” ujar Suharyono saat ditemui Mitrapost.com di Pendopo Kabupaten Pati, pekan lalu.

Baca juga: Pandemi, Ratusan Tenaga Migran Pulang ke Pati

Pihaknya memilih kebijakan melakukan rapid test di pondok pesantren dengan cara sampling. “Santri datang nanti diperiksa oleh Puskesmas, suhu tubuhnya dan lainnya. Kalau ada gejala nanti di-rapid test, tapi secara sample,” kata Suharyono yang juga menjabat sebagai Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pati.

“Nanti kalau berjalan kita lakukan sample. Contoh, per kamar yang dihuni sepuluh orang yang di-rapid satu santri. Nanti kalau ada yang kena. Ya kemungkinan satu kamar kena,” lanjut Suharyono.

Pernyataannya Sekda ini berbeda dengan penyataan sebelumnya. Pada saat Rapat Badan Anggaran (Banggar) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Pati, Kamis (11/6/2020), pihaknya mengupayakan melakukan rapid test secara gratis kepada puluhan ribu santri yang akan datang ke pondok pesantren (Ponpes) yang ada di Kabupaten Pati.

“Bagi santri yang belum rapid test, Insyaallah kami laksanakan di Puskesmas, kami gratiskan dengan dana tak terduga,” katanya waktu itu disaksikan anggota DPRD Kabupaten Pati. (*)

Baca juga: 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *