Pati, Smjtimes.com – Dinas Kesehatan Pati mengatakan warga Pati yang dinyatakan positif HIV bisa mendapatkan obat anti retrovial (ARV) gratis. Obat ini menurut Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes (Dinas Kesehatan) Kabupaten Pati dr. Joko Leksono merupakan satu-satunya obat yang bisa memperlambat efek samping virus HIV.
Cara kerja ARV mampu memperlemah virus HIV agar tidak menggerogoti tubuh seseorang, sehingga dapat memperpanjang umur pasien.
Joko menjelaskan, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan obat ARV di rumah sakit Soewondo Pati secara gratis.
“Pelayanan obat HIV ada di RS Soewondo, di klinik VCT. Untuk orang HIV yang dinyatakan positif HIV disana disediakan obat yang sifatnya gratis. Apalagi yang sudah punya BPJS, malah tidak dikenakan biaya registrasi rumah sakit. Nanti juga Dilayani dokter dan mendapatkan obat seumur hidup tidak bayar. Kita sudah komitmen kalau obat ini akan gratis selamanya,” ujar Joko pada Kamis (2/7/2020).
Baca juga: Rapid Test Massal di Pusat Perbelanjaan, Bupati Pati: Hasil Non Reaktif Semua
Meskipun diberikan secara gratis, namun para pasien terkadang tidak secara rutin mengambil obat. Menurut Joko hal ini karena beberapa alasan mulai dari efek samping obat hingga keerbatasan waktu pasien.
“Tapi ada beberapa pasien yang tidak mengambil obat, itu yang susah. Mereka butuh ekonomi, kita memahami lah karena mereka akan kehilangan waktu, karena harus ke rumah sakit. Ada juga faktor malas karena minum obat HIV kan selamanya, apalagi ada efek sampingnya juga, seperti mual karena itu obat keras,” terangnya.
Namun pihak dinkes tetap berupaya melacak alamat pasien untuk meminimalisir pasien HIV yang tidak mengambil obat.
“Oleh karena itu kita selalu mendata alamat lengkap, nomor hp pasien dan nomor hape keluarganya. Supaya ketika nomor pasien dimatikan tetap bisa terlacak,” pungkasnya. (*)
Baca juga: Gelar Rapid Test, Dinkes Pati: Tantangan Kita Menemukan Penderita HIV/Aids
Komentar