oleh

Sempat Tersiar Kabar Bocah 10 Tahun di Pati Dibakar Temannya, Begini Penjelasan Polisi

Kota, Pati – Seorang bocah berusia 10 tahun asal Pucakwangi Pati kini harus dirawat secara intensif di RSUP dr. Kariadi Semarang karena mengalami luka bakar serius di tubuhnya. Sempat tersiar kabar kondisi yang dialami tersebut karena dibakar oleh rekannya, namun polisi memberikan penjelasan yang berbeda.

Dari data yang diperoleh oleh tim mitrapost.com, Kasatreskrim Polres Pati, AKP Yusi Andi, membenarkan adanya kejadian tersebut, korban adalah Muhammad Khoirul Muhaimin berusia 10 tahun, warga Dukung Malangan Desa Karangrejo Kecamatan Pucakwangi, Pati.

Kasatreskrim memastikan luka bakar yang diderita korban adalah akibat tersulut api secara tidak sengaja ketika bermain petasan bersama dengan rekan-rekannya pada tanggal 4 Juni lalu. Penjelasan itu meluruskan viral kabar Khoirul yang dikabarkan sengaja dibakar oleh rekannya.

“Itu beritanya seakan-akan dibakar sama temannya, ternyata tidak seperti itu kejadiannya. Hasil penyelidikan kami, itu berawal dari anak-anak main petasan bumbung yang dari bambu itu, mercon bumbung,” kata Yusi saat kemarin, Kamis (13/6/2019).

Yusi menyebut, pihak tim Satreskrim Polres Pati telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) atas kasus tersebut. Pihaknya pun telah meminta keterangan dari sejumlah saksi, mulai dari rekan-rekan korban dan nenek korban.

“Itu kan yang main ada 4 orang, tapi di permainan terakhir yang mengakibatkan korban terbakar ini tinggal 3, karena yang satunya pergi duluan. Pada saat bahan bakar dituangkan ke lubang (petasan), dan menyalakan api, apinya menjalar. Api yang menjalar inilah yang tubuh korban,” paparnya.

“Yang menyalakan api ini Heri Prasetyo (rekan korban), korban berdiri di sebelahnya. Kemudian yang menuangkan (bahan bakar) itu namanya rizki. Korban melihat aja, tapi kemudian tersulut karena memang dia posisinya dekat dengan bumbung,” lanjutnya.

Saat ini Polres Pati masih berkoordinasi dengan pihak rumah sakit yang merawat korban. Yusi mengaku, meski tak ada pelaporan dari keluarga korban atas kasus tersebut pihaknya akan tetap melalukan pendalaman.

“Jadi untuk proses hukum kita akan fokus dulu ke pengobatan. Tapi dari teman-teman korban sudah kami mintai keterangan. Sampai saat ini pun sebenarnya belum ada laporan soal kasus ini. Namun demikian, ini akan tetap kita dalami terlebih dahulu, jika memang ada unsur pidana akan ditindaklanjuti,” jelasnya.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *