SMJTimes.com – Pemerintah Republik Indonesia (RI) menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penguatan terhadap kerja sama strategis dengan Rusia, khususnya dalam bidang perdagangan dan ekonomi.
Dalam hal ini, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti, mengatakan bahwa hubungan perdagangan yang terjalin di antara kedua negara, baik RI maupun Rusia, terus menunjukkan adanya tren positif.
“Kami ingin memastikan momentum ini dapat terus diperkuat melalui peningkatan perdagangan yang saling menguntungkan dan kerja sama investasi yang lebih luas,” ujar Dyah, Jumat (15/05/2026).
Sementara itu, Dyah juga mengungkapkan adanya peningkatan dalam nilai perdagangan antara RI-Rusia sepanjang 2025 sebesar 21,7 pesen dibandingkan dengan tahun sebelumnya mencapai hingga 4,8 miliar dolar Amerika Serikat (AS).
Selain itu, Rusia juga disebut menjadi mitra utama RI di kawasan Eurasian Economic Union (EAEU) dengan nilai kontribusi mencapai sebesar 90,6 persen terhadap total perdagangan Indonesia dengan kawasan tersebut.
Atas capaian tersebut, pihaknya mengatakan bahwa hubungan dagang kedua negara tersebut bersifat saling melengkapi. Ketika Rusia berperan sebagai pemasok batu bara, pupuk, dan produk baja, Indonesia justru mengekspor minyak sawit, kopi, produk kelapa, serta kakao ke pasar Rusia.
“Indonesia menyambut baik meningkatnya kepercayaan pasar Rusia terhadap berbagai produk unggulan nasional. Kami berkomitmen menjaga kualitas, daya saing, dan keberlanjutan produk ekspor Indonesia di pasar Rusia,” jelasnya. (*)











Komentar