SMJTimes.com – Sebuah kapal kontainer yang sedang ada di jalur bahaya perairan Selat Hormuz dilaporkan terbakar dan kemudian tenggelam setelah menghantam ranjau laut pada Rabu (14/10/2026) pagi.
Menurut Pemerintah Iran, insiden tersebut terjadi ketika kapal kontainer tersebut mencoba melintasi Selat Hormuz melalui jalur bahaya yang dinilai tidak peruntukannya. Sementara itu, Teheran bersikeras agar setiap kapal dapat melintas di atas rute pelayaran yang sudah ditetapkan Iran di Selat Hormuz.
Diketahui, Selat Hormuz merupakan sebuah jalur perairan vital yang diperuntukkan bagi kapal dengan muatan berupa pasokan minyak dan gas global.
Namun saat ini, Selat Hormuz secara efektif tengah dilakukan blokade oleh Iran setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan besar-besaran pada akhir bulan Februari 2026 lalu, hingga mengobarkan perang di kawasan Timur Tengah.
Menurut Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), kapal yang melakukan pengangkutan barang sebanyak lebih dari 2.500 muatan kontainer itu mengalami tabrakan ke sebuah ranjau laut hingga saat berusaha melintasi jalur pelayaran yang dinilai berbahaya di Selat Hormuz.
“Sebuah kapal kontainer yang mencoba melintasi Selat Hormuz melalui jalur pelayaran yang tidak sah dan berbahaya, menabrak ranjau yang kemudian meledak,” ujar Angkatan Laut IRGC dalam pernyataan resminya, dari media pemerintah Iran IRIB, dikutip dari Detik.
Atas adanya kejadian tersebut, Angkatan Laut IRGC mengeluarkan imbauan terhadap sejumlah kapal lokal sekaligus bagi para nelayan untuk sangat berhati-hati ketika melintasi perairan tersebut. (*)











Komentar